Rembang Gaspol Modernisasi Pertanian, 7 Drone Diterjunkan di MT-1 2026

0
WhatsApp Image 2026-02-20 at 04.43.58

Rembang Gaspol Modernisasi Pertanian, 7 Drone Diterjunkan di MT-1 2026 (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM — Pemerintah Kabupaten Rembang mengoptimalkan tujuh unit drone pertanian untuk mendukung Musim Tanam Pertama (MT-1) 2026. Teknologi ini dimanfaatkan untuk penyemprotan pestisida, pemupukan, hingga perawatan tanaman padi agar lebih cepat dan efisien.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan penggunaan drone menjadi bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian di daerahnya.

“Drone ini salah satu alat baru. Untuk pemupukan bisa, untuk pestisida bisa, untuk perawatan tanaman juga bisa,” ujarnya.

Menurutnya, tujuh unit drone tersebut akan melayani wilayah barat, tengah, dan timur Rembang. Dengan jangkauan yang lebih luas, proses penyemprotan diharapkan lebih merata dan tidak memakan waktu lama.

“Kita sudah punya tujuh unit. Nanti segera dioptimalkan untuk melayani area wilayah barat, timur, maupun tengah,” tambahnya.

Agus menilai penggunaan drone jauh lebih efisien dibanding metode manual. Selain menghemat tenaga dan waktu, sebaran cairan pestisida maupun pupuk dinilai lebih merata karena adanya dorongan angin dari baling-baling drone.

“Kalau manual tentu lebih lama. Dengan drone lebih cepat. Hama yang ada di bawah tanaman juga bisa terjangkau,” jelasnya.

Teknologi tersebut juga diklaim aman karena ketinggian terbang dan volume semprotan dapat disesuaikan dengan umur serta kondisi tanaman, sehingga tidak merusak batang maupun akar.

Manajemen Unit Jasa Pelayanan (UPJA) Alsintan Kabupaten Rembang Suheriyanto Andri Wahyudi menuturkan drone pertanian mulai digunakan sejak 2025. Operator drone diwajibkan mengikuti pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan.

Tarif layanan penyemprotan menggunakan drone dipatok Rp200 ribu per hektare, dengan tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi. Drone dan perlengkapannya diangkut menggunakan kendaraan roda tiga.

Dari tujuh unit yang dimiliki, empat di antaranya merupakan drone merek Ferto bantuan program Petani Milenial. Drone tersebut memiliki kapasitas tangki 17 liter untuk cairan pestisida dan mampu membawa pupuk hingga 10 kilogram.

“Permintaan cukup tinggi, terutama petani yang mengelola lahan lebih dari satu hektare. Penyemprotan drone sangat membantu, khususnya saat fase padi bunting tua,” terangnya.

Saat ini, mayoritas tanaman padi MT-1 di Rembang mulai memasuki fase keluar malai. Penyemprotan difokuskan pada pemberian nutrisi seperti MKP dan KCL cair, serta fungisida dan pestisida untuk mengendalikan hama belalang dan ulat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *