Situasi Panas Usai Derby Jateng! Persis Solo Tertahan di Stadion GBK Jepara hingga Subuh, Ini Penjelasan Manajemen
SOLO, JATENGNOW.COM – Rombongan pemain dan ofisial Persis Solo dilaporkan sempat tertahan di stadion Gelora Bumi Kartini hingga dini hari usai pertandingan melawan Persijap Jepara. Tim baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 03.30 WIB karena situasi yang dinilai kurang kondusif setelah laga.
Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan pihak manajemen menerima laporan dari tim terkait kondisi di stadion yang membuat rombongan tidak bisa langsung meninggalkan lokasi pertandingan.
“Jadi kita dapat laporan dari tim kalau kondisi di stadion setelah pertandingan kurang kondusif. Akhirnya tim baru bisa keluar dari stadion sekitar jam setengah empat,” ujarnya.
Setelah keluar dari stadion, rombongan Persis tidak langsung kembali ke Solo. Mereka baru melanjutkan perjalanan pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Akibatnya jadwal kepulangan tim tidak berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, Ginda memastikan kondisi pemain dalam keadaan baik dan tidak ada yang mengalami cedera akibat insiden tersebut.
“Untuk pemain tidak ada masalah. Ini hanya soal kepulangan yang tidak sesuai jadwal,” katanya.
Saat ini pihak manajemen masih menunggu laporan lengkap terkait berbagai kejadian yang terjadi setelah pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Selain itu, Ginda juga mengungkapkan dirinya telah dipanggil pihak kepolisian untuk melakukan komunikasi awal terkait sejumlah insiden yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut hadir pula panitia pelaksana dari Persijap serta aparat keamanan.
Menurutnya, Persis terbuka untuk berkomunikasi dengan semua pihak guna mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami siap berkomunikasi terkait segala kejadian. Yang penting apapun yang terjadi kita cari solusi yang terbaik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ginda juga menyoroti adanya video yang beredar terkait perusakan mobil milik suporter Persis. Ia mengaku pihaknya masih belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.
“Kaca pecah mungkin masih bisa dimaklumi kalau itu ulah oknum. Tapi kalau sampai mobil dibalik, ini yang menurut kami di luar kewajaran dan perlu kita samakan persepsinya apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa euforia dan loyalitas suporter terhadap tim memang tidak bisa dihindari. Namun pihaknya berharap dukungan kepada tim tetap dilakukan secara tertib agar tidak menimbulkan kerugian bagi klub.
“Tim butuh dukungan suporter, tapi jangan sampai menimbulkan sanksi atau kerugian bagi klub,” katanya.
Manajemen Persis juga mengimbau para suporter untuk tetap menjaga ketertiban dalam mendukung tim, terutama agar kejadian yang berpotensi memicu sanksi bagi klub dapat dihindari. (jn02)
