Polda Jateng Ingatkan Pemudik Waspadai Titik Lelah di Jalur Tol Trans Jawa

0
WhatsApp Image 2025-09-16 at 17.34.55_3e0e1c88

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Polda Jawa Tengah mengimbau para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah untuk mewaspadai titik lelah di jalur tol serta mempersiapkan perjalanan dengan baik menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H.

Berdasarkan prediksi nasional, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret 2026 serta kembali meningkat pada 18–19 Maret 2026.

Sementara itu, arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026, ketika masyarakat mulai kembali ke kota asal untuk beraktivitas.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk skema one way nasional di jalur Tol Trans Jawa.

Sistem satu arah untuk arus mudik direncanakan berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo.

Sedangkan untuk arus balik, skema one way akan diberlakukan mulai 23 Maret hingga 29 Maret 2026 dari KM 421 Semarang menuju KM 70 Jakarta–Cikampek.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, mengingatkan para pemudik agar tidak hanya memperhatikan kondisi kendaraan, tetapi juga menjaga kondisi fisik selama perjalanan jauh.

“Perjalanan mudik jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Jika mulai merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya tidak memaksakan diri dan segera beristirahat di tempat yang aman,” ujarnya, Selasa (10/3/2026) di Mapolda Jateng.

Ia menjelaskan bahwa kelelahan pengemudi merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan kecelakaan saat arus mudik.

Berdasarkan pengalaman pengamanan mudik sebelumnya, pengendara dari arah barat umumnya mulai mengalami titik lelah ketika memasuki wilayah Jawa Tengah, terutama di ruas Tol Pejagan–Semarang dan Tol Semarang–Solo.

“Kelelahan baik fisik maupun psikis biasanya terjadi di titik tersebut setelah pemudik menempuh perjalanan panjang, khususnya di ruas tol yang panjang dan relatif monoton,” jelasnya.

Untuk itu, para pemudik diminta memanfaatkan rest area secara bijak. Terdapat 25 rest area di jalur tol Trans Jawa yang bisa digunakan untuk beristirahat, terdiri dari 13 rest area di jalur A dan 12 rest area di jalur B.

Pemudik juga diimbau tidak beristirahat terlalu lama agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di area tersebut.

“Gunakan rest area untuk beristirahat secukupnya. Jika kondisi tubuh sudah kembali segar, sebaiknya perjalanan dilanjutkan agar memberikan kesempatan kepada pemudik lain yang juga membutuhkan tempat istirahat,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama jika diterapkan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow.

Untuk membantu pemudik memperoleh informasi perjalanan secara cepat, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital Chatbot “Si Polan” melalui WhatsApp. Layanan tersebut menyediakan informasi kondisi lalu lintas terkini, jalur alternatif, lokasi pos pelayanan, hingga fasilitas umum di sepanjang jalur mudik.

Dalam situasi darurat, pemudik juga dapat menghubungi Call Center 110 Polri yang beroperasi selama 24 jam.

“Dengan persiapan yang matang serta kedisiplinan selama perjalanan, kami berharap masyarakat dapat mudik dengan aman dan tiba di kampung halaman dengan selamat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *