Riverra Adventure Kenalkan Olahraga Ekstrem Canyoneering di Jepara, Open Trip Mulai Rp175 Ribu

0
IMG-20260730-WA0031

JEPARA, JATENGNOW.COM – Wisata petualangan di Kabupaten Jepara semakin beragam. Riverra Adventure memperkenalkan olahraga ekstrem canyoneering di kawasan Air Terjun Setatah, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, sebagai destinasi baru bagi pecinta aktivitas alam dan adrenalin.

Melalui program open trip, masyarakat kini dapat merasakan sensasi menyusuri aliran sungai, menuruni tebing air terjun (rappelling), hingga trekking di kawasan alam dengan standar keselamatan yang telah disiapkan penyelenggara.

Owner Riverra Adventure Jepara, Surya Bawana, mengatakan canyoneering merupakan olahraga petualangan yang berkembang dari Amerika Serikat. Di Jepara, kegiatan tersebut mulai diperkenalkan melalui open trip sejak pertengahan Juni 2026.

“Canyoneering ini awalnya berkembang dari Amerika. Kami mulai membuka open trip sejak pertengahan Juni dan sampai sekarang terus berjalan serta mendapat respons positif dari pecinta olahraga ini,” ujar Surya, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, Air Terjun Setatah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakter medan yang cocok bagi peserta pemula. Selain akses menuju lokasi yang relatif mudah, air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan kontur bebatuan yang dinilai lebih aman untuk proses adaptasi.

“Di Setatah medannya aman untuk pemula. Aksesnya mudah, ketinggian air terjunnya sekitar 15 meter, sehingga peserta yang baru pertama kali mencoba bisa beradaptasi terlebih dahulu. Batunya juga cenderung datar sehingga lebih aman,” jelasnya.

Surya menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan. Sebelum memulai aktivitas, seluruh peserta wajib mengikuti safety briefing dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan, tim Riverra Adventure telah dibekali berbagai sertifikasi di bidang penyelamatan, mulai dari Vertical Rescue dan Water Rescue dari Basarnas, pelatihan pertolongan pertama (P3K), hingga kemampuan teknik vertikal untuk seluruh kru lapangan.

“Setiap kru juga harus memiliki kemampuan di bidang teknik vertikal,” katanya.

Untuk menunjang keamanan, penyelenggara menyediakan seluruh perlengkapan keselamatan, seperti helm, harness, tali, karabiner, sistem katrol, pelindung siku dan lutut, hingga sepatu khusus canyoneering.

“Karena kesalahan sedikit saja dalam kegiatan seperti ini bisa berbahaya. Jadi kemampuan kru dan kelengkapan peralatan keselamatan sudah kami siapkan semuanya,” tegas Surya.

Selain memberikan pengalaman memacu adrenalin, olahraga canyoneering juga dinilai bermanfaat bagi kebugaran tubuh karena melibatkan hampir seluruh kelompok otot, baik bagian atas maupun bawah.

Dalam setiap open trip, peserta dikenakan biaya Rp175 ribu per orang. Tarif tersebut sudah termasuk dokumentasi menggunakan kamera dan telepon genggam, perlengkapan rappelling, perlengkapan P3K, pendampingan guide dan rescuer, makan siang, serta minuman.

Sementara bagi peserta yang menginginkan dokumentasi menggunakan kamera Insta360 X5, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp75 ribu.

Penyelenggara juga mengingatkan peserta agar hadir tepat waktu, menggunakan sepatu atau sandal gunung, mengikuti seluruh arahan pemandu, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

“Apabila cuaca buruk atau kondisi alam tidak memungkinkan, kegiatan akan dijadwalkan ulang demi menjaga keselamatan seluruh peserta,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *