Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Polres Sukoharjo Data Perlintasan Rel Rawan

0
image

Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Polres Sukoharjo Data Perlintasan Rel Rawan (JatengNOW/Dok)

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Polres Sukoharjo melakukan pemetaan terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta api di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan di jalur rel, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

Kapolres Sukoharjo Anggaito Hadi Prabowo melalui Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Sukoharjo, Marlin, mengatakan pemetaan dilakukan pada jalur rel yang melintasi wilayah Sukoharjo, baik jalur Solo–Jakarta maupun jalur Solo–Wonogiri.

“Polres Sukoharjo telah melakukan pemetaan terhadap perlintasan sebidang yang ada di wilayah Sukoharjo, baik yang berada di jalur rel Solo–Jakarta maupun Solo–Wonogiri,” ujar AKP Marlin, Minggu (15/3).

Dari hasil pemetaan tersebut, ditemukan sejumlah perlintasan yang sudah dilengkapi palang pintu serta petugas jaga. Namun masih terdapat beberapa titik yang belum memiliki palang pintu maupun penjagaan tetap.

Di wilayah Kartasura misalnya, terdapat perlintasan rel di Dukuh Gobayan, Kelurahan Makamhaji serta di Dukuh Kudusan, Kelurahan Gumpang. Sementara di Kecamatan Gatak terdapat beberapa perlintasan yang sudah dilengkapi palang pintu seperti di Dukuh Karang Ijo Desa Blimbing, kawasan Stasiun Gawok di Desa Luwang, serta perempatan Mayang Desa Mayang.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah kecamatan lain seperti Baki, Grogol, Mojolaban, Bendosari, Sukoharjo Kota, Polokarto, hingga Nguter. Beberapa perlintasan di wilayah tersebut sudah dilengkapi palang pintu elektrik maupun mekanik, bahkan ada yang dijaga petugas.

Namun demikian, polisi juga mencatat masih terdapat sejumlah perlintasan yang dinilai rawan karena tidak memiliki palang pintu ataupun petugas jaga, di antaranya berada di wilayah Mojolaban, Bendosari, Sukoharjo Kota, Polokarto hingga Nguter.

“Beberapa perlintasan masih belum dilengkapi palang pintu maupun petugas jaga. Kondisi ini tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan, sehingga perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat,” jelasnya.

AKP Marlin menambahkan, hasil pemetaan tersebut telah dilaporkan kepada PT Kereta Api Indonesia serta instansi terkait sebagai bahan evaluasi dan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.

Menurutnya, langkah pemetaan ini juga menjadi bagian dari upaya antisipasi kecelakaan di jalur kereta api. Mengingat pada 2025 lalu sempat terjadi kecelakaan tragis di wilayah Sukoharjo saat sebuah mobil Daihatsu Sigra yang ditumpangi pemudik tertemper Kereta Api Bathara Kresna di perlintasan rel, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, melihat kanan kiri, dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang rel,” tegasnya.

Polres Sukoharjo juga mengajak masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api serta tidak memaksakan melintas ketika sinyal atau peringatan kereta sudah berbunyi.

Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan perhatian terhadap keselamatan di perlintasan sebidang sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *