Kebakaran Kapal di Dermaga Juwana, Api Berhasil Dipadamkan dalam 30 Menit
Kebakaran Kapal di Dermaga Juwana, Api Berhasil Dipadamkan dalam 30 Menit (JatengNOW/Dok)
PATI, JATENGNOW.COM – Sebuah kapal kasko yang tengah bersandar di dermaga dock PT Kelola Karya Makmur, alur Sungai Silugonggo, Desa Kudukeras, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami kebakaran pada Rabu (8/4/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal dari bagian lambung kiri depan kapal dan mengundang perhatian warga sekitar. Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua saksi, Rakhmad dan Ahmad Sulikin, yang melihat asap mulai mengepul dari badan kapal.
Keduanya sempat berupaya melakukan pemadaman awal dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang dipinjam dari kapal lain di sekitar lokasi. Namun, kobaran api tidak berhasil dikendalikan sehingga laporan segera diteruskan kepada petugas.
Laporan diterima oleh piket jaga Satpolairud Polresta Pati sekitar pukul 17.15 WIB. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan membawa peralatan pemadaman.
Tim yang dipimpin Rony Irawan bersama personel lainnya mengerahkan satu unit kendaraan AWC. Proses pemadaman juga melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Pati serta tiga unit alkon milik kapal di sekitar lokasi.
Berkat kerja sama cepat antara petugas dan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 30 menit, tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan hingga pukul 18.30 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kasat Polairud Polresta Pati, Hendrik Irawan, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke kapal lain yang berada di area dermaga.
“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak cepat agar api tidak merembet ke kapal lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pemadaman dalam waktu singkat menjadi hal penting mengingat lokasi kejadian berada di kawasan dermaga yang padat aktivitas kapal.
“Alhamdulillah api dapat dikendalikan dengan cepat berkat sinergi antara Satpolairud, damkar, dan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan keterangan pemilik, kapal tersebut diketahui sudah lebih dari dua tahun tidak digunakan setelah menjalani proses docking.
Petugas masih mendalami sumber api untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (jn02)
