Pengorbanan Prajurit TMMD ke-128 Sragen, Sertu Sunardi Obati Rindu Keluarga Lewat Video Call

0

Kisah haru prajurit TMMD ke-128 Kodim 0725/Sragen, Sertu Sunardi rela tinggalkan keluarga demi tugas, obati rindu lewat video call di sela pengabdian.

vicall tmmd2

Pengorbanan Prajurit TMMD ke-128 Sragen, Sertu Sunardi Obati Rindu Keluarga Lewat Video Call. (jatengnow/dok)

SRAGEN, JATENGNOW.COM – Pengabdian prajurit dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tidak hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga penuh dengan kisah pengorbanan.

Salah satu cerita datang dari Sertu Sunardi, prajurit Batalyon Kavaleri Ambarawa yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-128. Demi menjalankan tugas negara, ia harus rela meninggalkan anak dan istrinya untuk sementara waktu.

Di sela kesibukan di lokasi TMMD, Sertu Sunardi menyempatkan diri melakukan video call dengan keluarga tercinta. Momen sederhana itu menjadi cara untuk mengobati rasa rindu yang tak terhindarkan.

“Sebagai prajurit TNI, kami siap melaksanakan tugas di mana pun sesuai perintah komandan. Loyalitas kepada atasan adalah hal yang utama,” ujar Sertu Sunardi, Senin (27/04/2026).

Ia menegaskan bahwa pengabdian dalam Satgas TMMD merupakan wujud nyata cinta kepada bangsa dan negara. Bersama rekan-rekannya, ia tetap menjalankan tugas dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Demi tugas, saya harus rela meninggalkan anak dan istri. Rasa rindu pasti ada, tetapi bisa terobati lewat video call. Setidaknya bisa melepas kerinduan dengan keluarga,” tambahnya.

Program TMMD sendiri merupakan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, mulai dari pembangunan fisik hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan tekad dan niat tulus, Sertu Sunardi bersama seluruh personel Satgas TMMD ke-128 berkomitmen untuk menyukseskan setiap program yang dijalankan. Harapannya, hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang di wilayah Sragen.

Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa di balik pembangunan desa, ada pengorbanan besar dari para prajurit yang mengutamakan tugas negara di atas kepentingan pribadi.(jn01)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *