Waspada Penipuan! Satlantas Polres Sukoharjo Tegaskan Layanan SIM “Langsung Jadi” adalah Hoaks

0
image

Waspada Penipuan! Satlantas Polres Sukoharjo Tegaskan Layanan SIM “Langsung Jadi” adalah Hoaks (JatengNOW/Dok)

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Satlantas Polres Sukoharjo mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap beredarnya informasi palsu terkait layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang menawarkan proses cepat dan diklaim “langsung jadi”.

Informasi tersebut beredar luas melalui grup WhatsApp dalam bentuk poster yang mencatut nama Polres Sukoharjo. Dalam poster itu tercantum jadwal pendaftaran, layanan SIM untuk seluruh Indonesia, hingga nomor kontak yang bisa dihubungi.

Desain poster yang dibuat menyerupai pengumuman resmi membuat sebagian masyarakat percaya. Bahkan, sejumlah warga sempat tertarik menghubungi nomor yang tertera untuk menanyakan syarat dan biaya pengurusan SIM.

Namun, Satlantas Polres Sukoharjo memastikan informasi tersebut merupakan hoaks dan diduga bagian dari modus penipuan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kasat Lantas AKP Doohan Octa Prasetya menegaskan pihaknya tidak pernah membuka layanan pembuatan SIM melalui jalur instan seperti yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

“Informasi itu tidak benar. Itu modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pembuatan SIM,” tegas AKP Doohan, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pelaku memanfaatkan keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan SIM tanpa proses rumit dan antre panjang. Setelah korban tertarik, pelaku akan meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi atau booking pendaftaran.

“Biasanya korban diminta mentransfer sejumlah uang agar proses dipercepat atau untuk mengamankan kuota,” ujarnya.

AKP Doohan menegaskan seluruh proses pembuatan SIM resmi tetap harus melalui prosedur yang berlaku, mulai dari administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik. Pembayaran juga dilakukan melalui mekanisme resmi, bukan transfer ke rekening pribadi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa verifikasi, terutama yang menawarkan layanan instan.

“Kalau ada informasi seperti itu, silakan konfirmasi langsung ke Satlantas atau kanal resmi Polri. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming SIM cepat jadi,” katanya.

Belakangan, modus penipuan berkedok layanan administrasi memang marak terjadi. Pelaku biasanya membuat poster menyerupai pengumuman resmi dan mencatut nama instansi pemerintah untuk meyakinkan calon korban.

Kecurigaan warga mulai muncul setelah diketahui peserta diwajibkan melakukan transfer uang sehari sebelum pelaksanaan layanan.

Polisi meminta masyarakat lebih teliti, tidak sembarangan memberikan data pribadi, serta tidak mudah melakukan transfer kepada pihak yang belum jelas identitasnya.

“Pembuatan SIM tetap harus mengikuti prosedur resmi. Kalau ada yang menawarkan langsung jadi tanpa tahapan, itu patut dicurigai,” tandas AKP Doohan.

Masyarakat juga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat apabila menemukan informasi serupa agar tidak semakin banyak korban penipuan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *