Solo Masih Gagal Tembus 10 Besar Kota Toleran, FKUB Siapkan Gerakan Besar 2027
SOLO, JATENGNOW.COM – Kota Solo kembali belum mampu menembus jajaran 10 besar Kota Toleran versi Setara Institute pada 2026. Berdasarkan laporan terbaru, Kota Bengawan masih bertahan di posisi ke-12 nasional, sama seperti capaian tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta. Organisasi penjaga harmoni lintas agama itu langsung menyiapkan sejumlah program inovatif untuk mendongkrak indeks toleransi Kota Solo agar mampu menembus 10 besar nasional pada 2027 mendatang.
Ketua FKUB Kota Surakarta, Muhammad Mashuri mengatakan hasil penilaian tersebut menjadi bahan refleksi bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
“Solo belum berhasil masuk 10 besar kota toleran versi Setara Institute. Kita masih berada di angka 12 seperti tahun kemarin. Banyak faktor dan variabel yang menjadi indikator penilaian. Jadi semua stakeholder memang harus bergerak bersama-sama,” ujar Mashuri, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab Solo belum naik peringkat karena indikator penilaian Setara Institute terus berkembang dinamis. Selain itu, sejumlah kota lain mulai mereplikasi program-program toleransi yang sebelumnya menjadi keunggulan khas Kota Solo.
Untuk mengejar target 10 besar pada 2027, FKUB Solo telah menyiapkan sedikitnya 10 program strategis yang akan dijalankan secara bertahap mulai tahun ini.
Program tersebut di antaranya sosialisasi wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan regulasi kerukunan di 54 kelurahan se-Kota Solo. Tim FKUB akan turun langsung menyapa masyarakat, ketua RT, dan ketua RW guna memperkuat pesan perdamaian hingga tingkat lingkungan.
Selain itu, FKUB juga akan melakukan branding 17 taman cerdas menjadi “Taman Toleransi” dengan menyisipkan edukasi moderasi beragama tanpa mengubah fungsi utama taman.
Tak hanya itu, FKUB Solo juga menyiapkan audisi Putra-Putri Duta Kerukunan untuk menjaring generasi muda sebagai influencer toleransi di media sosial.
Program lain yang disiapkan yakni layanan hotline kerukunan 24 jam untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial di masyarakat, penerbitan buletin literasi, hingga kirab kerukunan lintas iman yang akan memanfaatkan momentum Hari Raya Waisak.
FKUB juga memperkuat program Kelurahan Sadar Kerukunan berbasis potensi ekonomi lokal. Selama dua tahun terakhir, pihaknya telah memetakan potensi UMKM, wisata religi, dan situs sejarah di 54 kelurahan guna memperkuat kerukunan melalui kesejahteraan bersama.
Selain itu, FKUB Solo juga akan menggandeng dana CSR perusahaan dan menggelar berbagai kegiatan olahraga serta hobi lintas agama seperti turnamen mancing bersama untuk mempererat hubungan masyarakat.
Meski masih tertahan di peringkat ke-12 versi Setara Institute, Mashuri menyebut Kota Solo justru mencatat prestasi tinggi dalam penilaian indeks kerukunan nasional versi Kementerian Agama RI.
“Untuk penilaian Kemenag, kita masuk kategori dua besar Kota Harmoni. Kami berharap capaian ini terus naik seiring dengan berjalannya 10 program baru kami,” pungkasnya. (jn02)
