Polda Jateng Luncurkan Program Berantas TB Paru, Indonesia Masih Peringkat Dua Dunia
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto (JatengNOW/Dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Polda Jawa Tengah meluncurkan program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan penyebaran tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Program tersebut diluncurkan menyusul tingginya angka kasus TB di Indonesia yang saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India.
Kabiddokkes Polda Jateng, Agung Hadi Wijanarko, mengatakan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia dengan jumlah penderita aktif mencapai sekitar satu juta jiwa.
“Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, tingkat keberhasilan penanganan TB di Indonesia saat ini masih berada di angka 86 persen, sementara cakupan tracing atau penemuan kasus baru baru mencapai sekitar 77 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penguatan kolaborasi lintas sektor agar penanganan TB lebih optimal.
Berdasarkan data Situasi Tuberkulosis Indonesia Tahun 2025, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan kasus TB paru terbanyak ketiga di Indonesia, yakni mencapai 105.428 kasus.
Adapun lima daerah dengan kasus TB tertinggi di Jawa Tengah tahun 2026 yakni Kabupaten Brebes sebanyak 8.291 kasus, Banyumas 7.517 kasus, Kabupaten Tegal 6.750 kasus, Kota Semarang 6.390 kasus, dan Kabupaten Cilacap 6.261 kasus.
Sebagai langkah konkret, Polda Jateng menjalankan berbagai program seperti pelatihan tracer TB bagi para Bhabinkamtibmas, pelaksanaan tracing terhadap kontak erat penderita, hingga distribusi buku saku pedoman tracer TB.
Selain itu, disiapkan pula KIT TB Paru serta mobil dan motor jemput pasien untuk membantu akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menyebut program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus penguatan pendekatan humanis kepolisian.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian Polri dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia. Kami mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
Melalui program tersebut, Polda Jateng berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB semakin meningkat sehingga angka penularan dapat ditekan dan penderita memperoleh akses pengobatan lebih cepat. (jn02)
