Komisi IX DPR RI Dorong Perguruan Tinggi Aktif Kampanyekan Germas di Daerah

0

Komisi IX DPR RI mendorong perguruan tinggi aktif mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui program KKN dan pengabdian masyarakat guna mendukung penanggulangan stunting dan TB.

KOMISI 9 REM

Komisi IX DPR RI Dorong Perguruan Tinggi Aktif Kampanyekan Germas di Daerah. (Jatengnow/Miftah)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Komisi IX DPR RI mendorong perguruan tinggi untuk ikut aktif mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di berbagai daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan program Germas oleh sejumlah pihak di Hotel Pollos Rembang.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat seperti JKN Tematik dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar program Germas berjalan lebih optimal.

“Mahasiswa yang mengikuti program KKN bisa ikut mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Misalnya edukasi kesehatan hingga membantu masyarakat menciptakan rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup,” ujar Edy.

Edy menilai keberadaan Poltekkes Kemenkes Semarang yang memiliki program studi kesehatan di Blora menjadi potensi besar untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Bejo Santoso menegaskan pihaknya siap mendukung program Germas, terutama dalam upaya penanggulangan stunting dan tuberkulosis (TB).

Ia menjelaskan, Poltekkes Kemenkes Semarang memiliki sembilan program studi yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Selama ini, mahasiswa telah diterjunkan melalui program magang maupun KKN tematik di berbagai daerah untuk mendukung program kesehatan masyarakat.

“Kami membantu dalam pengentasan stunting dan TB. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program magang mahasiswa termasuk KKN tematik,” kata Bejo.

Menurutnya, pada tahun ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 700 mahasiswa di Kabupaten Brebes yang menjadi salah satu zona merah kasus stunting dan TB di Jawa Tengah.

Bejo menambahkan, pihaknya juga siap mendukung Pemerintah Kabupaten Rembang apabila diperlukan untuk memperkuat program pencegahan stunting dan TB melalui Germas.

“Termasuk Rembang, bila diperlukan kami siap bergabung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk membantu mencegah stunting dan TB melalui Germas,” pungkasnya. (JN01)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *