KGPAA Mangkoenagoro X Angkat Warisan Budaya sebagai Fondasi Ekonomi Masa Depan Asia di Forum Ekonomi Dunia
KGPAA Mangkoenagoro X Angkat Warisan Budaya sebagai Fondasi Ekonomi Masa Depan Asia di Forum Ekonomi Dunia (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM — KGPAA Mangkoenagoro X tampil sebagai pembicara undangan dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF AMNC) 2026 di Dalian, China, pada Rabu (24/6/2026). Dalam sesi bertajuk Catching Asia’s Beat, ia menegaskan bahwa warisan budaya bukan sekadar objek pelestarian, melainkan infrastruktur ekonomi yang mampu menjadi fondasi daya saing Asia di masa depan.
Dalam forum yang kerap dijuluki “Summer Davos” itu, Mangkoenagoro X berdialog dengan Nomin Chinbat, membahas bagaimana identitas budaya dapat menjadi modal strategis dalam pembangunan bangsa modern.
Menurut Mangkoenagoro X, Asia kini tengah mengalami pergeseran besar dari kompetisi berbasis skala dan efisiensi menuju persaingan berbasis nilai, identitas, dan keunikan budaya. Ia menilai, identitas budaya adalah aset kompetitif yang tidak dapat ditiru oleh teknologi maupun kapital semata.
“Nilai ekonomi terbesar dari budaya bukanlah pendapatan pariwisata. Nilai terbesar itu adalah kepercayaan diri. Karena budaya memberi manusia pemahaman tentang siapa diri mereka,” ujarnya.
Ia memaparkan data bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 menyerap hampir 27,4 juta tenaga kerja atau sekitar 18,7 persen dari total angkatan kerja nasional. Sementara sektor pariwisata diproyeksikan menyumbang lebih dari Rp1.800 triliun per tahun dalam satu dekade mendatang.
Mangkoenagoro X juga menyoroti pentingnya budaya dalam menciptakan rantai pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, identitas melahirkan kepercayaan diri, yang kemudian membangun ambisi, menarik investasi, hingga menciptakan kemakmuran.
Dalam paparannya, ia menjadikan Pura Mangkunegaran sebagai contoh nyata bagaimana institusi budaya dapat bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi. Pura Mangkunegaran yang kini berusia 269 tahun tercatat menerima lebih dari 120 ribu kunjungan sepanjang 2024.
Sejumlah agenda budaya yang digelar Mangkunegaran juga disebut memberi dampak ekonomi signifikan bagi Kota Solo. Perayaan Sura misalnya mampu menghasilkan dampak ekonomi lebih dari 1 juta dolar AS dalam satu malam, sementara ajang Mangkunegaran Run menciptakan sirkulasi ekonomi lebih dari 4,5 juta dolar AS dalam tiga hari.
Ia menegaskan bahwa budaya harus dipandang sebagai infrastruktur sosial yang membangun kepercayaan, identitas, kohesi sosial, hingga ketahanan ekonomi.
“Budaya adalah infrastruktur. Bukan fisik, tetapi sosial. Budaya menciptakan kepercayaan, memperkuat identitas, dan pada akhirnya mendorong ekonomi,” tegasnya.
Menutup sesi, Mangkoenagoro X menekankan bahwa di era kecerdasan buatan, keaslian dan identitas menjadi pembeda utama. Menurutnya, teknologi bisa disalin, modal bisa berpindah, tetapi budaya dan makna tidak bisa direplikasi.
Kehadiran Mangkunegaran di forum global tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan beban sejarah, melainkan modal besar untuk membangun masa depan bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan kompetitif. (jn02)
