BAZNAS Jepara Himpun Rp8,1 Miliar di Semester I 2026, Salurkan Bantuan untuk 35 Ribu Mustahik

0
IMG-20260702-WA0051

JEPARA, JATENGNOW.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara mencatat capaian positif pada semester pertama tahun 2026. Lembaga tersebut berhasil mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dengan total lebih dari Rp8,1 miliar.

Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, menjelaskan total penghimpunan dana hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp8.148.594.566. Dari jumlah tersebut, zakat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp5.034.672.381 atau sekitar 61,7 persen dari total dana yang terkumpul.

Selain zakat, penghimpunan juga berasal dari infak sebesar Rp1.772.879.194 atau 21,7 persen, kotak sedekah Rp238.348.000 atau 2,9 persen, serta DSKL sebesar Rp1.111.522.000 atau sekitar 13,6 persen.

Menurut Gus Huda, sapaan akrabnya, capaian tersebut tidak terlepas dari langkah cepat pengurus baru BAZNAS Jepara yang langsung bergerak aktif setelah resmi dilantik pada 27 April 2026.

“Sejak dilantik, kami langsung turun ke masyarakat, melakukan safari dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen. Ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 BAZNAS Jepara mendapat target penghimpunan cukup besar, yakni Rp17,6 miliar. Untuk mencapai target itu, pihaknya terus memperkuat edukasi sekaligus memperluas jaringan penghimpunan.

Tidak hanya fokus pada pengumpulan, BAZNAS Jepara juga menegaskan komitmennya dalam penyaluran bantuan secara transparan. Hingga semester pertama ini, dana yang telah disalurkan mencapai Rp7.604.995.582 kepada 35.838 mustahik di berbagai wilayah Jepara.

Sebagian besar bantuan disalurkan kepada kelompok asnaf miskin dengan nilai Rp5.308.192.020 atau sekitar 81,3 persen dari total distribusi. Kemudian untuk asnaf fisabilillah sebesar Rp787.406.951 (12,1 persen) dan asnaf fakir sebesar Rp246.633.260 (3,8 persen). Sisanya dialokasikan kepada asnaf lainnya sesuai kebutuhan.

Sementara itu, sisa dana yang masih tersimpan di BAZNAS sekitar Rp830 juta, yang sebagian merupakan tanggungan perbantuan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Gus Huda menegaskan bahwa peningkatan penghimpunan dana menjadi faktor penting agar BAZNAS bisa terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap hari banyak permohonan bantuan yang masuk. Karena itu, penghimpunan dana harus terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan maksimal,” tandasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *