Ratusan Motor Karyawan PT GDI Meluber ke Jalan, Konflik Pengelolaan Parkir Jadi Sorotan

0
image

Ratusan Motor Karyawan PT GDI Meluber ke Jalan, Konflik Pengelolaan Parkir Jadi Sorotan (JatengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Perselisihan pengelolaan lahan parkir di kawasan Pabrik PT Gret Golden Indonesia (GDI), Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menyebabkan ratusan sepeda motor karyawan meluber hingga ke badan jalan, Senin (3/8/2026). Kondisi tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan industri.

Permasalahan diduga dipicu adanya perbedaan pandangan mengenai pengelolaan area parkir antara pengelola lama yang merupakan warga sekitar dengan pengelola parkir baru.

Salah seorang pengelola parkir warga, Sonhadi, mengatakan dirinya bersama warga telah mengelola lahan parkir bagi karyawan pabrik selama kurang lebih empat tahun terakhir.

“Awalnya suasana tetap kondusif. Warga sekitar diberi kesempatan mengelola parkir sebagai sumber mata pencaharian karena sebagian besar sudah tidak memungkinkan bekerja di pabrik akibat faktor usia,” ujarnya.

Menurut Sonhadi, sekitar empat bulan terakhir muncul lokasi parkir baru yang semula disebut akan difungsikan sebagai ruko. Namun, dalam perkembangannya lahan tersebut justru dijadikan area parkir kendaraan karyawan.

Keberadaan lokasi parkir baru itu, lanjut dia, membuat jumlah kendaraan yang menggunakan parkir milik warga terus berkurang. Jika sebelumnya hanya menampung sekitar 20 hingga 50 sepeda motor, kini area parkir baru disebut mampu menampung ratusan kendaraan.

Ia mengaku saat ini pengelola parkir warga melayani sekitar 1.000 karyawan dengan kapasitas parkir sekitar 500 sepeda motor. Dari usaha tersebut, pendapatan yang diperoleh berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu setiap hari.

Sebagai bentuk protes, pengelola parkir lama menghentikan sementara operasional parkir yang mereka kelola. Seluruh kendaraan kemudian diarahkan ke lokasi parkir baru.

“Kami ingin membuktikan apakah parkir baru mampu menampung seluruh kendaraan. Ternyata tidak cukup sehingga banyak motor akhirnya parkir sampai ke badan jalan,” katanya.

Sonhadi menegaskan aksi tersebut bukan ditujukan untuk mengganggu operasional pabrik maupun aktivitas para karyawan. Menurutnya, warga hanya memperjuangkan kesempatan agar tetap dapat memperoleh penghasilan dari pengelolaan parkir.

“Kami tidak menolak keberadaan pabrik. Yang kami perjuangkan adalah kesempatan warga sekitar untuk tetap memperoleh penghasilan dari pengelolaan parkir,” tegasnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Desa Batealit bersama jajaran Polsek Batealit turun langsung ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak. Mediasi dilakukan guna mencari solusi agar persoalan tidak berkepanjangan dan aktivitas di kawasan pabrik kembali berjalan normal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Gret Golden Indonesia (GDI) belum memberikan keterangan resmi terkait polemik pengelolaan lahan parkir maupun dampaknya terhadap aktivitas karyawan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *