Edy Wuryanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Pangan Lokal untuk Tekan Angka Stunting
Edy Wuryanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Pangan Lokal untuk Tekan Angka Stunting (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang bersama Komisi IX DPR RI mengingatkan masyarakat bahwa memenuhi kebutuhan makan keluarga tidak cukup hanya membuat perut kenyang. Keamanan pangan dan gizi seimbang menjadi faktor penting dalam mencegah stunting serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, mengatakan pemenuhan gizi harus dimulai sejak remaja putri, ibu hamil, hingga anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.
“Kami ingin anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami stunting. Remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi, kemudian saat menjadi ibu juga harus menjaga asupan agar produksi ASI lancar sehingga bayi dapat memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan,” ujarnya.
Menurut Theresiana, setelah masa pemberian ASI eksklusif selesai, orang tua perlu melanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Ia menegaskan, perhatian terhadap asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi faktor penentu kesehatan sekaligus perkembangan kecerdasan anak di masa depan.
Selain kandungan gizi, masyarakat juga diminta lebih selektif dalam memilih makanan yang aman dikonsumsi. Pangan yang dikonsumsi harus bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia untuk menghindari risiko gangguan kesehatan.
“Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang, ada karbohidrat, protein, dan vitamin. Jadi bukan sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, mengatakan stunting masih menjadi tantangan besar dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak sehingga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Edy mengapresiasi tren penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang yang dinilai terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah sebagai sumber gizi keluarga.
“Rembang memiliki potensi sumber daya pangan yang melimpah seperti ikan, telur, sayuran, dan berbagai bahan pangan bergizi lainnya. Masyarakat harus memanfaatkannya agar tidak mengalami kekurangan gizi,” ujarnya.
Selain itu, Edy menyampaikan pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi peserta didik, tetapi juga menyasar ibu hamil dan ibu yang berisiko melahirkan anak stunting, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sejak dini. (jn02)
