Hasil Uji Lab Ungkap Bakteri E. coli pada Semangka MBG di Solo, Pemkot Serahkan Evaluasi ke BGN
Wali Kota Solo Respati Ardi (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SDII Al Abidin setelah mengonsumsi makanan pada akhir Juli 2026.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada sampel buah semangka yang diperiksa bersama sejumlah sampel makanan dan minuman lainnya.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh sampel makanan dan minuman, baik yang berasal dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun makanan yang dijual di kantin sekolah.
“Hasil laboratorium sudah keluar. Dari seluruh variabel yang kami periksa, mulai dari makanan, minuman, lauk-pauk, hingga makanan di kantin, ditemukan bakteri E. coli pada semangka,” ujar Respati.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah tersebut.
Respati menegaskan, kewenangan untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi maupun penghentian sementara operasional SPPG, berada di tangan BGN setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Pemerintah Kota siap mendukung proses evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG di Kota Solo agar lebih disiplin dalam menerapkan standar higienitas pada setiap tahapan penyediaan makanan.
Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan harus dilakukan sesuai prosedur guna mencegah terjadinya kontaminasi.
“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang. Semangat kami adalah mewujudkan Solo Zero Incident SPPG,” tegas Respati.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surakarta akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, serta seluruh pengelola SPPG.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, serta kualitas gizi sehingga Program MBG dapat berjalan secara aman dan memberikan manfaat optimal bagi para siswa. (jn02)
