BNPT dan Pemkab Jepara Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme di Lingkungan Pesantren
BNPT dan Pemkab Jepara Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme di Lingkungan Pesantren (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat sinergi untuk mencegah intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Peningkatan Kemampuan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, Jepara, pada 10–17 Agustus 2026.
Kegiatan mengusung tema “Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme”.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren, sekaligus menanamkan komitmen kebangsaan dan menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah setelah adanya deklarasi eks Jamaah Islamiyah (JI) untuk kembali ke pangkuan NKRI.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah. Kami sepakat setelah deklarasi eks Jamaah Islamiyah kembali ke NKRI,” ujar Eddy, Kamis (13/8/2026).
Menurut Eddy, deklarasi tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas dan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, komitmen kembali kepada NKRI tidak hanya berhenti pada deklarasi, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, Sartono Munadi, menegaskan komitmen pesantrennya untuk terus menjaga kesetiaan kepada NKRI sekaligus merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat sekitar.
“Kami berkomitmen untuk setia pada NKRI, serta merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat di sekitar kami tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun latar belakang,” kata Sartono.
Ia memastikan komitmen tersebut tidak berhenti dalam kegiatan seremonial.
“Insyaallah ini tidak berhenti hari ini saja. Kami akan mewujudkannya melalui sikap dan kerja nyata sehari-hari, baik di lingkungan pondok maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan Pemkab Jepara siap mendukung pengembangan Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kebutuhan pelatihan.
“Terkait sarana prasarana yang dibutuhkan, segera diajukan. Kita siap mendukung supaya lebih baik lagi,” ujar Witiarso.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas pesantren yang membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah, kata dia, juga terbuka untuk mendukung kebutuhan pelatihan guna meningkatkan kualitas pendidikan.
“Tadi saya lihat belum ada yang dicat atau perlu ruangan. Selain sarana prasarana, kebutuhan pelatihan juga bisa kita dukung. Bisa kita sinergikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Witiarso menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pencegahan radikalisme di Kabupaten Jepara.
“Kami bangga diperhatikan pemerintah pusat untuk mencegah radikalisme di Jepara,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, serta berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, momentum peringatan kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. (jn02)
