Euforia Menang Futsal Berujung Diamankan Polisi, 9 Pelajar Sukoharjo Konvoi Bawa Bendera dan Nyalakan Flare di Solo
Euforia Menang Futsal Berujung Diamankan Polisi, 9 Pelajar Sukoharjo Konvoi Bawa Bendera dan Nyalakan Flare di Solo (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Euforia kemenangan pertandingan futsal berujung pada penindakan polisi. Sebanyak sembilan pelajar asal Sukoharjo diamankan Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta karena diduga melakukan konvoi kendaraan bermotor hingga mengganggu pengguna jalan.
Kesembilan pelajar tersebut diamankan di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Penindakan dilakukan setelah Tim Sparta menerima laporan mengenai adanya rombongan sepeda motor yang memenuhi badan jalan di sekitar kawasan Underpass Joglo.
Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto mengatakan, rombongan tersebut juga disebut menyalakan flare dan mengibarkan bendera saat melintas.
“Informasi yang kami terima, terdapat rombongan kendaraan roda dua yang memenuhi jalan, menyalakan flare serta mengibarkan bendera sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Edi, Rabu (12/8/2026).
Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Polisi kemudian mengurai rombongan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.
Dari penindakan itu, sembilan pelajar berhasil diamankan. Mereka diketahui sebelumnya menyaksikan pertandingan futsal tim sekolahnya di GOR UTP, kawasan Ring Road.
Tim futsal sekolah mereka baru saja meraih kemenangan atas salah satu SMK dari Sukoharjo. Kemenangan tersebut kemudian dirayakan dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Sembilan pelajar yang diamankan terdiri dari enam laki-laki dan tiga perempuan. Mereka masing-masing berinisial FDR (18), LNA (17), MIH (15), MIS (19), RPA (18), WAP (16), serta OR (16), FS (16), dan SNA (16). Seluruhnya merupakan warga Kabupaten Sukoharjo.
Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan lima sepeda motor dan empat bendera yang digunakan dalam konvoi.
Kesembilan pelajar beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta. Mereka selanjutnya diserahkan kepada piket Satbinmas untuk mendapatkan pembinaan.
Polisi juga memanggil orang tua atau wali serta pihak sekolah guna menindaklanjuti kejadian tersebut. Sementara pelanggaran lalu lintas yang ditemukan dalam pemeriksaan ditangani Satlantas Polresta Surakarta melalui pemberian tilang.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengingatkan pelajar agar tidak merayakan kemenangan pertandingan dengan melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan di jalan.
Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Namun, perayaan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau para pelajar untuk merayakan kemenangan secara tertib dan tidak melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban maupun keselamatan pengguna jalan,” kata Catur.
Ia juga meminta orang tua dan pihak sekolah ikut melakukan pengawasan serta memberikan edukasi mengenai tertib berlalu lintas.
Catur berharap euforia kemenangan tidak justru berakhir dengan pelanggaran hukum ataupun kecelakaan.
“Silakan berprestasi dan bergembira, tetapi tetap tertib, santun dan menghormati pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (jn02)
