Stok Beras Soloraya Aman hingga Akhir Tahun, Bulog Sebut Capai 103 Ribu Ton

0
image

Stok Beras Soloraya Aman hingga Akhir Tahun, Bulog Sebut Capai 103 Ribu Ton (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surakarta memastikan ketersediaan beras untuk wilayah Soloraya tetap aman hingga akhir 2026. Kondisi tersebut dipastikan meski wilayah Soloraya tengah menghadapi musim kemarau.

Kepala Bulog Surakarta Dwi Yuniarko mengatakan, stok beras yang saat ini dikuasai Bulog mencapai sekitar 103 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Stok yang kita kuasai saat ini masih ada di 100 ribuan ton. Kami pastikan kecukupan stok untuk Soloraya aman hingga akhir tahun. Tidak perlu khawatir,” kata Dwi, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, ketersediaan tersebut juga digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan serta program stabilisasi harga beras di masyarakat.

Untuk bantuan pangan periode Juli-September 2026, setiap Keluarga Penerima Bantuan (PBP) mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan.

Penyaluran untuk tiga bulan dilakukan sekaligus dengan total 30 kilogram beras per penerima. Secara keseluruhan, penyaluran bantuan pangan selama periode tersebut mencapai sekitar 25 ribu ton.

Di sisi lain, musim kemarau turut berdampak terhadap penyerapan gabah oleh Bulog. Dwi mengakui adanya penurunan penyerapan karena harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani masih berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Saat ini, harga GKP di tingkat petani disebut mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram. Sementara harga penyerapan Bulog berada di angka Rp6.500 per kilogram sesuai HPP.

“Penyerapan masih berjalan semaksimal mungkin. Tapi pasti mengalami penurunan karena harga gabah saat ini masih relatif tinggi. Saat ini, hasil pengamatan kami untuk harga gabah di kisaran Rp8.000,” ungkapnya.

Meski demikian, Dwi menyebut target penyerapan gabah Bulog Surakarta pada tahun ini telah mencapai 100 persen dari target realisasi.

Kondisi tersebut membuat Bulog tetap optimistis mampu menjaga ketersediaan beras di wilayah Soloraya hingga akhir tahun.

Untuk menjaga kualitas beras yang tersimpan di gudang, Bulog Surakarta melakukan perawatan secara berkala.

Perawatan dilakukan melalui penyemprotan atau spraying setiap bulan serta fumigasi setiap dua hingga tiga bulan sekali.

Bulog juga menerapkan sistem FIFO (First In First Out), yakni beras yang lebih dahulu masuk gudang akan diprioritaskan untuk disalurkan lebih dulu.

“Kami pakai sistem FIFO, First In First Out. Barang yang pertama masuk, kami dahulukan keluar. Kami juga memastikan beras yang disimpan saat ini masih dalam kondisi baik dan tidak ada yang turun mutu di Gudang Bulog Kancab Surakarta,” pungkas Dwi.

Dengan stok yang masih berada di kisaran 103 ribu ton dan pola pengelolaan gudang yang dilakukan secara berkala, Bulog memastikan masyarakat Soloraya tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras hingga penghujung 2026. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *