Water Bombing 56 Kali, 28 Ribu Liter Air Diguyurkan ke TPA Putri Cempo
Water Bombing 56 Kali, 28 Ribu Liter Air Diguyurkan ke TPA Putri Cempo (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, terus dilakukan. Selama tiga hari, helikopter Polri telah melakukan 56 kali water bombing dengan total sekitar 28 ribu liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.
Pemadaman dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta pemadam kebakaran (Damkar) Solo Raya terus menyisir kawasan TPA untuk memadamkan titik api sekaligus melakukan pendinginan.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, operasi water bombing dilakukan untuk mendukung proses pemadaman dari darat, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas.
“Selama tiga hari water bombing yang dilakukan Polri sebanyak 56 kali. Hari pertama 26 kali, hari kedua 20 kali, dan hari ini 10 kali,” kata AKP Lingga, Minggu (6/9/2026).
Dalam setiap penerbangan, helikopter membawa sekitar 500 liter air. Dengan total 56 kali pengangkutan, volume air yang dijatuhkan ke kawasan TPA Putri Cempo mencapai sekitar 28.000 liter.
“Untuk kapasitas airnya sekitar 500 liter sekali angkut dan air diambil dari Sungai Bengawan Solo,” jelasnya.
Air kemudian dibawa menggunakan helikopter menuju kawasan TPA dan dijatuhkan pada titik-titik yang masih terlihat mengeluarkan api maupun asap.
Operasi pemadaman dari udara dinilai penting untuk membantu mempercepat penanganan, khususnya pada titik kebakaran yang berada di area tumpukan sampah dan sulit dijangkau secara maksimal menggunakan peralatan pemadaman dari darat.
Tim Gabungan Sisir Titik Api

Di sisi lain, personel gabungan tetap berjibaku di lokasi. Petugas menggunakan selang dan berbagai peralatan pemadam untuk menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Penyiraman dilakukan secara berulang untuk memastikan bara api yang berada di dalam tumpukan sampah tidak kembali memicu kebakaran.
“Untuk kegiatan pemadaman sudah kami lakukan sejak kemarin. Sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman dan akan terus dilakukan sampai selesai,” ujar AKP Lingga.
Kondisi tumpukan sampah yang cukup tebal membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Api yang terlihat di permukaan bukan menjadi satu-satunya perhatian petugas karena bara dapat bertahan di bagian dalam tumpukan dan sewaktu-waktu kembali memunculkan titik api.
Karena itu, selain memadamkan api terbuka, petugas juga melakukan proses pendinginan secara terus-menerus. Titik-titik yang dinilai rawan kembali terbakar menjadi prioritas penanganan tim gabungan.
Koordinasi antara personel Polri, TNI, dan Damkar Solo Raya juga terus dilakukan untuk menentukan titik prioritas yang harus segera ditangani. Pemadaman dari darat berjalan bersamaan dengan dukungan water bombing dari udara.
Hingga Minggu (6/9/2026) siang, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Personel gabungan tetap disiagakan di kawasan TPA Putri Cempo, sementara dukungan pemadaman dari udara dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Petugas memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dapat dipadamkan dan kondisi kawasan TPA Putri Cempo dinyatakan aman. (jn02)
