Trans Jateng Jepara Masuk Tahap Masterplan, Usulan Rute dan Titik Halte Mulai Dikaji

0
image

Trans Jateng Jepara Masuk Tahap Masterplan, Usulan Rute dan Titik Halte Mulai Dikaji (JattengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Rencana kehadiran Trans Jateng di Kabupaten Jepara mulai memasuki tahap penyusunan rencana induk atau masterplan. Konsultan kini melakukan pengumpulan data sebagai dasar penyusunan usulan rute dan titik halte.

Kepala Dinas Perhubungan Jepara melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan Heru Purwanto mengatakan, proses tersebut masih berada pada tahap rencana induk. Hal itu disampaikannya melalui pesan instan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Heru, penyusunan rencana induk merupakan tahapan kedua setelah studi kelayakan atau feasibility study (FS) dalam proses realisasi angkutan aglomerasi.

Pada tahap ini, pengumpulan data dilakukan melalui permintaan data, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang berpotensi menjadi pengguna layanan Trans Jateng.

“Kegiatan tersebut terkait permintaan data, wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk pemenuhan data kajian,” kata Heru.

Kuesioner tersebut menggali berbagai informasi mengenai karakteristik calon pengguna, pola pergerakan masyarakat, minat menggunakan layanan Trans Jateng, hingga kebutuhan fasilitas pendukung transportasi.

Data tersebut nantinya menjadi bahan dalam penyusunan rencana induk. Dari kajian tersebut akan dihasilkan usulan rute dan titik halte yang akan menjadi gambaran awal pengembangan layanan.

Namun, Heru menegaskan titik halte yang dihasilkan pada tahap ini belum sampai pada detail teknis.

“Pada tahap rencana induk akan dihasilkan usulan rute dan titik halte. Namun, titik halte tersebut baru berupa titik dan belum sampai pada detail,” ujarnya.

Selain rute dan titik halte, aspek pelayanan juga menjadi bagian yang dikaji. Informasi mengenai kebutuhan dan karakteristik calon penumpang akan digunakan untuk merumuskan konsep layanan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

“Aspek layanan juga akan dihasilkan dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner,” jelas Heru.

Setelah penyusunan rencana induk selesai, tahapan selanjutnya adalah penyusunan detail engineering design (DED). Pada tahap tersebut, rute dan halte yang sebelumnya masih berupa usulan akan diperinci lebih jauh.

DED nantinya mencakup pendetailan rute, halte usulan, desain dan kriteria halte, hingga sistem pelayanan. Kajian kemampuan membayar atau ability to pay (ATP) dan kemauan membayar atau willingness to pay (WTP) juga disiapkan sebagai bagian pendukung penyusunan DED.

Heru memperkirakan seluruh rangkaian penyusunan studi tersebut dapat selesai pada 2027.

Sementara itu, operasional Trans Jateng untuk wilayah pengembangan Jepara-Kudus-Pati atau Jekuti diperkirakan dapat dimulai pada 2028.

Perkiraan tersebut disampaikan dengan mengacu pada tematik pembangunan Jawa Tengah yang diarahkan pada peningkatan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi desa serta industri hijau.

Heru menambahkan, kolaborasi antarpemerintah kabupaten di wilayah pengembangan Jekuti menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong percepatan realisasi angkutan aglomerasi perkotaan Trans Jateng.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Jepara, Kudus, dan Pati. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *