Diduga Keracunan Menu MBG, 137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Alami Gangguan Pencernaan

0
WhatsApp Image 2026-09-09 at 17.43.41

Diduga Keracunan Menu MBG, 137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Alami Gangguan Pencernaan (JatengNOW/Dok)

BLORA, JATENGNOW.COM – Sebanyak 137 orang di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus tersebut mencuat setelah video yang memperlihatkan sejumlah siswa mengalami kondisi lemas dan mendapat penanganan medis beredar di media sosial. Peristiwa itu kemudian menimbulkan perhatian masyarakat.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, dari 137 orang yang mengalami keluhan tersebut terdiri atas 133 siswa dan satu guru. Selain itu, terdapat tiga siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami diare.

Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami keluhan kesehatan.

“Tadi didata oleh Dinas Kesehatan ada 133 siswa, satu guru. Kemudian yang diare dan izin tidak masuk ada tiga, jadi jumlah totalnya 137,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Menurut Yuni, keluhan yang dialami para siswa relatif memiliki gejala yang sama. Sebagian besar mengeluhkan sakit perut, sementara beberapa lainnya mengalami mual, pusing hingga diare.

“Rata-rata gejalanya sama, sakit perut,” ungkapnya.

Sejumlah siswa yang mengalami keluhan juga sempat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tim kesehatan di sekitar aula sekolah.

Sebanyak enam siswa dilaporkan harus dibawa ke puskesmas menggunakan ambulans lantaran kondisi mereka cukup lemah.

Salah seorang siswa berinisial SE turut mengalami gangguan kesehatan. Ia mengaku merasakan sejumlah gejala, mulai dari mual, mulas, pusing hingga diare.

SE mengatakan diare dialaminya sejak dini hari, sedangkan rasa pusing mulai dirasakan ketika dirinya berangkat ke sekolah.

“Pusingnya baru tadi saat berangkat sekolah. Kalau diarenya malam, sekitar 02.30 WIB sampai 04.30 WIB,” terang SE.

Ketika ditanya mengenai makanan terakhir yang dikonsumsi sebelum mengalami keluhan, SE mengaku tidak makan pada malam hari. Ia menyebut makanan terakhir yang dikonsumsinya adalah menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Senin (7/9/2026).

“Semalam saya tidak makan. Makan terakhir ya makan MBG,” jelasnya.

Meski muncul dugaan gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan MBG, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebabnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blora masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan secara medis.

Pengelola program MBG bersama pihak sekolah juga masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber gangguan kesehatan tersebut.

Sementara itu, siswa yang mengalami keluhan terus mendapatkan penanganan dan pemantauan dari tenaga kesehatan di wilayah setempat.

Hingga hasil pemeriksaan resmi keluar, dugaan bahwa makanan MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut masih belum dapat dipastikan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *