September 10, 2026

MTsN 1 Rembang Klarifikasi Isu Diare Massal, 46 Siswa Terdampak dan Belum Ada Indikasi Keracunan MBG

0
image

MTsN 1 Rembang Klarifikasi Isu Diare Massal, 46 Siswa Terdampak dan Belum Ada Indikasi Keracunan MBG (JatengNOW/dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Pihak MTsN 1 Rembang memberikan klarifikasi terkait isu diare massal yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak madrasah membenarkan terdapat puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebanyak 46 siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan diare.

Waka Sarpras MTsN 1 Rembang, Crist Sutopo, mengatakan keluhan diare tersebut sebenarnya telah dirasakan sejumlah siswa sejak beberapa hari sebelumnya.

“Sebanyak 46 siswa terindikasi pusing, mual, diare sudah hampir selesai. Mereka diberi obat,” jelas Sutopo saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/9/2026).

Menurut Sutopo, pada Rabu tersebut aktivitas di lingkungan madrasah cukup padat. Sejumlah kegiatan berlangsung bersamaan, mulai dari Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat SD/MI se-Kabupaten Rembang, sosialisasi Keluarga Bersinar dan BNN Jawa Tengah, penyuluhan GE School untuk kelas Bahasa Inggris dan Multimedia, hingga tes urine terhadap 60 siswa.

Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas kesehatan bersama ambulans dari Puskesmas Lasem dan Puskesmas Pancur datang ke madrasah untuk melakukan screening terhadap siswa.

Sutopo menegaskan kedatangan petugas kesehatan tersebut bukan atas undangan pihak madrasah.

Dari hasil screening, ditemukan 46 siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Mereka kemudian mendapatkan obat dan kondisi mereka disebut sudah membaik.

“Namun belum ditemukan adanya indikasi keracunan MBG. Karena kebetulan pada hari ini, tidak ada pengiriman MBG untuk siswa ke madrasah,” tutur Sutopo.

Dengan demikian, pihak madrasah belum menemukan dasar yang menunjukkan keluhan para siswa tersebut berkaitan dengan makanan dari program MBG.

Sutopo menjelaskan, SPPG Bonang memang tidak mengirimkan makanan MBG untuk siswa MTsN 1 Rembang pada Rabu (9/9/2026).

Keputusan tersebut diambil karena pihak SPPG melakukan langkah antisipasi setelah dalam dua hari sebelumnya terdapat puluhan siswa dari dua sekolah di wilayah Lasem yang mengalami diare dan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

“Karena kebetulan pada hari ini, tidak ada pengiriman MBG untuk siswa ke madrasah,” ujarnya.

Pihak madrasah juga menyampaikan dugaan sementara bahwa keluhan kesehatan sejumlah siswa lebih mungkin berkaitan dengan kondisi fisik dan aktivitas mereka. Padatnya kegiatan serta pola makan yang tidak teratur dinilai dapat memengaruhi kondisi tubuh siswa.

Meski demikian, penyebab pasti diare yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan tersebut.

Pihak MTsN 1 Rembang memastikan kondisi siswa yang mengalami keluhan saat ini sudah stabil.

“Saat ini kondisi siswa sudah stabil. Kami mohon doa agar siswa selalu diberikan kesehatan dalam kegiatan pembelajaran di madrasah,” ungkap Sutopo.

Madrasah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa untuk memastikan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Terkait penyampaian informasi kepada media, Sutopo meminta pemakluman karena terdapat prosedur internal yang harus diikuti. Informasi resmi mengenai kondisi siswa maupun kebijakan madrasah nantinya disampaikan oleh pihak yang memiliki kewenangan.

“Karena memang sesuai prosedur, permohonan informasi harus melalui Kepala Madrasah atau Waka Humas yang lebih berwenang memberikan statement,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *