Kronologi 230 Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG: Mules hingga Diare, Makanan Terlambat Datang
Kronologi 230 Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG: Mules hingga Diare, Makanan Terlambat Datang (JatengNOW/Dok)
PATI, JATENGNOW.COM – Sebanyak 230 siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengalami keluhan gangguan pencernaan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan tersebut muncul sehari setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Pati, para siswa mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, mulas, diare hingga gangguan pencernaan.
Dua sekolah yang terdampak yakni SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati. Pemerintah daerah masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengatakan pihak sekolah mulai mengetahui adanya keluhan dari siswa pada Rabu (9/9/2026) pagi.
Awalnya, sejumlah siswa mengeluhkan perut mulas hingga harus berulang kali ke kamar mandi. Jumlah siswa yang mengalami keluhan kemudian bertambah hingga siang hari.
“103 siswa. Baru diketahui pagi. Tadi pagi anak-anak baru ke kamar mandi. Ternyata mereka sudah merasakan mules-mules,” ungkap Istiana.
“Kemudian semakin siang semakin banyak,” imbuhnya.
Selain siswa, sebanyak 13 guru SMPN 1 Gembong juga mengalami keluhan serupa. Namun, para guru tersebut tidak sampai harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Istiana menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa terdiri atas nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.
Pihak sekolah kemudian mencermati waktu kedatangan makanan tersebut. Biasanya, makanan MBG diterima sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.
Namun, pada Selasa (8/9/2026), makanan baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB.
Meski demikian, saat makanan dibagikan, para siswa tidak menunjukkan kecurigaan terhadap kondisi makanan. Bahkan, menurut Istiana, beberapa siswa menyukai menu tersebut dan meminta tambahan.
Keluhan serupa juga terjadi di MTsN 3 Pati. Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, mengatakan sekitar 127 siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG.
“Ini yang terdampak sekitar 127-an dari siswa kami 960-an. Ini rata-rata yang terdampak kelas 8 dan kelas 9,” jelas Zaenal.
Sejumlah guru di madrasah tersebut juga dilaporkan mengalami keluhan. Namun, pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah guru yang ikut terdampak.
Dengan tambahan 127 siswa dari MTsN 3 Pati dan 103 siswa SMPN 1 Gembong, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keluhan dari dua sekolah tersebut mencapai sekitar 230 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan makanan MBG yang dikonsumsi siswa dari kedua sekolah tersebut berasal dari SPPG Gembong 1.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati kini melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Pemerintah belum memastikan bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya gejala.
Dengan proses pemeriksaan tersebut, pemerintah berharap penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa dapat segera diketahui dan langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat. (jn02)
