Ketabahan Mbah Djuminah Melawan Liver dan Kanker Payudara, Hidup Sebatang Kara hingga Dapat Bantuan BAZNAS Jepara
JEPARA,JATENGNOW.COM – Usia senja tak selalu menghadirkan ketenangan. Hal itu dirasakan Djuminah (65), warga RT 4/RW 3, Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara, yang kini harus menjalani hari-harinya dalam kondisi sakit.
Di sebuah kamar sederhana, Djuminah lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring. Tubuhnya semakin kurus akibat penyakit liver dan kanker payudara yang dideritanya.
Kondisinya semakin berat karena Djuminah kini hidup seorang diri setelah anak semata wayangnya meninggal dunia. Tidak ada lagi keluarga inti yang mendampingi dalam menjalani masa-masa sulit tersebut.
Namun, Djuminah masih memiliki orang yang peduli. Aditya, seorang kerabat jauh, selama ini turut mendampingi dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Sebelumnya, Djuminah juga sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD RA Kartini Jepara. Namun, keterbatasan biaya dan tenaga membuat kebutuhan perawatan serta kehidupan sehari-harinya menjadi tantangan tersendiri.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian kemudian datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara.
Rombongan BAZNAS Jepara mendatangi kediaman Djuminah untuk menyalurkan bantuan berupa biaya hidup dan paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang harus ditanggung perempuan 65 tahun itu.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua I BAZNAS Jepara Ali Masyhuri, bersama perwakilan Pemerintah Kecamatan Jepara dan pihak kelurahan setempat.
Di sisi tempat Djuminah berbaring, Ali juga memberikan doa dan dukungan moril agar Djuminah diberi ketabahan serta kesehatan.
Ali mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari amanah para muzaki dan munfiq yang menyalurkan zakat maupun sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Jepara.
“Kami mendoakan agar Mbah Djuminah bisa segera diberi kesehatan. Bantuan ini sekaligus menyampaikan titipan amanah dari para muzaki dan munfiq yang telah menunaikan zakat serta sedekahnya di BAZNAS Jepara,” tutur Ali Masyhuri saat kunjungan, Selasa (15/9/2026).
Kisah Djuminah menjadi gambaran perjuangan seorang perempuan lanjut usia yang harus menghadapi penyakit sekaligus kesendirian. Meski hidup dalam keterbatasan, kepedulian dari kerabat, pemerintah maupun lembaga sosial menjadi penguat agar dirinya tetap memiliki harapan.
Kehadiran BAZNAS Jepara di tengah kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa bantuan kepada warga yang membutuhkan tidak hanya berbentuk materi. Doa, perhatian dan kepedulian menjadi bagian penting untuk menemani mereka melewati masa-masa sulit. (jn02)
