Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polresta Gelar Khitanan Masal untuk 71 Anak
SOLO, JATENGNOW.COM – Sebanyak 71 anak mengikuti khitanan massal yang digelar Satlantas Polresta Surakarta di RS Bhayangkara Solo, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71. Peserta khitanan berasal dari Kota Surakarta maupun sejumlah daerah lainnya.
Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Dhayita Daneswari mengatakan, para peserta khitanan massal tersebut berusia sekitar 6 hingga 13 tahun.
Selain peserta yang sebelumnya telah terdata, kepolisian juga memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk mengikuti kegiatan sosial tersebut.
“Peserta khitanan massal memiliki rentang usia sekitar enam hingga 13 tahun,” kata Dhayita.
Khitanan massal tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial yang digelar jajaran Satlantas Polresta Surakarta dalam memperingati HUT Lalu Lintas ke-71.
Selain khitanan massal, sejumlah kegiatan sosial lainnya juga dilakukan, di antaranya bakti sosial dan anjangsana.
Di sisi lain, Satlantas Polresta Surakarta juga menyoroti upaya pencegahan balap liar yang selama ini menjadi salah satu perhatian di Kota Solo.
Dhayita menilai penanganan balap liar tidak hanya dilakukan melalui penindakan. Anak muda yang memiliki hobi mengendarai sepeda motor juga perlu diberikan ruang untuk menyalurkan kegemarannya melalui kompetisi resmi.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi balap secara legal dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aktivitas balap liar di jalan raya.
Dhayita mencontohkan pelaksanaan Drag Bike Piala Gubernur Cup 2026 yang digelar dua pekan sebelumnya di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Solo.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban lalu lintas di wilayah Solo Raya.
“Kegiatan praktik yang sudah dilakukan kemarin itu sangat berdampak positif, khususnya di wilayah Solo Raya. Sebelum dilaksanakan Drag Bike Gubernur Cup, terdata ada beberapa titik di Surakarta yang menjadi lintasan masyarakat, terutama anak muda yang terlibat balap liar,” kata Dhayita.
Ia mengatakan sejumlah persoalan yang sebelumnya kerap ditemukan di jalan raya, seperti aksi trek-trekan dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, ikut menjadi perhatian dalam upaya tersebut.
“Dengan adanya Drag Bike Piala Gubernur Cup sangat membantu dan memberikan efek yang sangat positif, khususnya untuk knalpot brong, penggunaan knalpot di jalan raya, kemudian trek-trekan di wilayah Solo pun sudah tidak ada,” ungkapnya.
Dhayita menegaskan kepolisian akan terus mengedepankan upaya pembinaan dan mendorong kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, tersedianya wadah kegiatan yang resmi dapat membantu menyalurkan hobi anak muda sekaligus menjaga aktivitas mereka agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di Kota Surakarta. (jn02)
