Tekan Kecelakaan Maut dan Balap Liar, Ini Strategi Ditlantas Polda Jateng
SOLO, JATENGNOW.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memperkuat pengawasan di sejumlah ruas jalan yang memiliki potensi kecelakaan lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan sekaligus mengurangi fatalitas, terutama kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan, pengawasan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan khitanan massal dalam rangka HUT Lalu Lintas ke-71 di RS Bhayangkara Solo, Sabtu (19/9/2026).
“Harapan saya di HUT ke-71 ini, jajaran lalu lintas khususnya tetap solid, tetap profesional, tetap modern. Sesuai kebijakan Polantas yang presisi, selain pelayanan masyarakat yang kita utamakan,” kata Maesa.
Menurutnya, jajaran lalu lintas mendapatkan arahan untuk terus menekan angka kecelakaan. Namun, perhatian tidak hanya diarahkan pada jumlah kejadian, melainkan juga tingkat fatalitas yang ditimbulkan.
“Kita punya kebijakan untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas. Terutama fatalitas. Kalau jumlahnya bisa kita turunkan, namun fatalitasnya ini yang coba kita koordinasikan dengan seluruh jajaran untuk menekan, terutama kecelakaan dengan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, polisi melakukan pemetaan terhadap jalur-jalur yang dinilai rawan kecelakaan.
Pemetaan dilakukan melalui fungsi keamanan dan keselamatan (Kamsel), survei lapangan serta pengecekan kondisi sejumlah ruas jalan. Pemeriksaan juga mencakup jalur tol.
Maesa mengatakan setiap wilayah di Jawa Tengah memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda. Karena itu, langkah penanganan dan pengawasan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Berbagai jalur mungkin sudah kita survei melalui keamanan dan keselamatan (Kamsel), cek kondisi jalan dan yang lainnya, termasuk jalan tol. Saya yakin setiap wilayah karakteristiknya berbeda-beda,” ungkapnya.
Balap Liar Jadi Perhatian
Selain kecelakaan lalu lintas, Ditlantas Polda Jateng juga memperkuat penanganan terhadap aktivitas balap liar.
Jajaran lalu lintas di berbagai wilayah diminta meningkatkan patroli dan penertiban, terutama pada malam akhir pekan yang dinilai rawan dimanfaatkan untuk aktivitas balap liar.
“Waktunya pasti di malam Minggu kita perintahkan untuk melaksanakan razia terhadap balap liar,” tegas Maesa.
Meski demikian, penanganan balap liar tidak hanya mengandalkan penindakan. Polisi juga mendorong pemerintah daerah menyediakan wadah resmi bagi masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki minat terhadap olahraga otomotif.
Menurut Maesa, kompetisi balap maupun kegiatan otomotif resmi dapat menjadi alternatif untuk menyalurkan hobi tanpa menggunakan jalan umum.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut, lanjutnya, perlu dikoordinasikan dengan kepolisian agar lokasi yang digunakan memenuhi aspek keselamatan dan keamanan.
“Kita koordinasi dengan stakeholder atau pemda setempat untuk mewadahi. Artinya, pemerintah daerah bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan turnamen, balap atau rally yang resmi di tempat yang sudah sesuai dan di-adjustment oleh Pam Obvit dan Kamsel,” terangnya.
Dengan tersedianya arena resmi, penghobi otomotif dapat menyalurkan minatnya dalam kegiatan yang lebih terarah dan terkontrol.
Upaya pengawasan serta pencegahan balap liar tersebut juga terus dilakukan di wilayah Solo Raya. Langkah itu diharapkan dapat menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan berkeselamatan. (jn02)
