September 21, 2026

Auranala dan Woro Mustiko Bawa Harmoni Jawa ke Panggung Internasional di Busan

0
Auranala - 2

Auranala dan Woro Mustiko Bawa Harmoni Jawa ke Panggung Internasional di Busan (JatengNOW/Dok)

SOLO,JATENGNOW.COM – Grup musik asal Surakarta, Auranala, membawa warna musik Indonesia ke panggung internasional melalui Busan Performing Arts Festival 2026 di Busan, Korea Selatan.

Dalam festival yang berlangsung 18-20 September 2026 tersebut, Auranala tampil berkolaborasi dengan seniman muda asal Surakarta, Woro Mustiko, melalui konsep pertunjukan bertajuk “Lost in Harmony – Indonesia”.

Kolaborasi tersebut mempertemukan musik elektronik modern dengan unsur musik dan budaya Jawa. Konsep itu sekaligus menjadi upaya mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada penonton internasional melalui pendekatan yang lebih modern.

Auranala digawangi Dimas Pratama, Nandang Dwi Prasetyo, dan Robertus Grassianus Bagus. Ketiganya memiliki latar belakang serta eksplorasi musik yang beragam.

Dimas dikenal sebagai penyanyi dan DJ yang banyak memproduksi karya berbasis musik Jawa, mulai dari keroncong, dangdut hingga pop. Ia juga pernah terlibat dalam sejumlah festival musik serta menjadi bagian dari tim Focal Point Surakarta sebagai kota kreatif UNESCO bidang kerajinan dan kesenian rakyat pada 2024 di Braga, Portugal.

Sementara Nandang merupakan gitaris muda asal Solo yang aktif melahirkan karya serta terlibat dalam berbagai proyek musik. Ia juga dikenal aktif membangun kolaborasi lintas genre dengan memadukan musik modern dan kesenian tradisional.

Adapun Robertus Grassianus Bagus merupakan musisi, komposer, arranger sekaligus pemain flute yang banyak berkarya dalam pengembangan musik keroncong. Ia dikenal melalui eksplorasi aransemen yang mempertemukan keroncong dengan berbagai genre musik lainnya.

Kolaborasi Auranala semakin kuat dengan kehadiran Woro Mustiko. Seniman kelahiran Semarang yang besar di Surakarta tersebut dikenal sebagai penyanyi keroncong, pesinden, penari sekaligus dalang.

Woro memiliki latar belakang kuat dalam kesenian tradisional Jawa. Kiprahnya di dunia seni juga telah membawanya tampil dalam berbagai panggung nasional dan internasional, termasuk sebagai dalang yang membawakan lakon pewayangan berbahasa Inggris pada Gala Dinner G20 Presidency di Candi Prambanan.

Melalui “Lost in Harmony – Indonesia”, Auranala berusaha mempertemukan karakter musik elektronik dengan identitas budaya Nusantara.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi. Musik modern dan tradisi bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi dapat bertemu dan menciptakan karya baru,” demikian semangat yang dibawa Auranala dalam penampilannya.

Dalam penampilannya di Busan, Auranala feat. Woro Mustiko membawakan sejumlah karya, di antaranya Dhandhaka Soliloquy, Lumaku, Bintang Bintang, Kangen Ini Laut Tak Bertepi, Sesat Fikir, Medley Nusantara dan Arirang.

Kehadiran Auranala di Busan juga menjadi ruang bagi musisi muda Indonesia untuk memperluas jejaring dan apresiasi seni di tingkat internasional.

Partisipasi tersebut mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP melalui Dana Indonesia Raya sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan ekosistem seni budaya serta memperluas promosi karya seni Indonesia di tingkat global.

Melalui panggung Busan, Auranala dan Woro Mustiko berharap musik Indonesia, khususnya karya yang berakar pada budaya Jawa, semakin dikenal masyarakat internasional.

Dari Surakarta menuju Busan, mereka membawa semangat untuk mempertemukan tradisi dan inovasi dalam satu harmoni musik Indonesia. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *