September 25, 2026

56.509 Anak di Rembang Belum Punya KIA, Dindukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola ke Sekolah

0
image-67

Dindukcapil Rembang Tetap Buka Saat Hari Pencoblosan untuk Layani Pemilih Pemula (JatengNOW/Dok)

REMBANG,JATENGNOW.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) terus mengejar peningkatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Salah satu strategi yang disiapkan adalah memperluas layanan jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan anak dan orang tua mengurus dokumen identitas kependudukan.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil Rembang, Sudarsono, mengatakan KIA merupakan dokumen identitas bagi anak sejak usia 0 tahun hingga 17 tahun kurang satu hari.

Saat ini, dari 156.051 anak yang masuk kategori wajib memiliki KIA di Rembang, sebanyak 99.522 anak atau 64,37 persen telah memiliki dokumen tersebut. Sementara 56.509 anak lainnya belum memiliki KIA.

“Dari total anak yang wajib memiliki KIA 156.051, sebanyak 99.522 anak sudah punya, dan 56.509 belum memiliki KIA. Ini harus kita lakukan gerakan untuk meningkatkan pencapaian KIA,” ujar Sudarsono.

Menurutnya, pelayanan langsung ke sekolah menjadi salah satu cara untuk mempercepat cakupan kepemilikan KIA. Dengan pola tersebut, masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor pelayanan untuk mengurus dokumen anak.

Sudarsono mengatakan layanan jemput bola juga akan terus digencarkan setelah mendapat respons positif dari sekolah dan siswa.

Terbaru, Dindukcapil Rembang bekerja sama dengan SDIT Al Ihsan Rembang dalam pelayanan pembuatan KIA. Antusiasme terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti layanan tersebut.

“Kemarin kami melakukan kerja sama dengan SDIT Al Ihsan. Alhamdulillah sangat antusias sekali dari pihak sekolah dan anak-anak juga senang, difoto di situ dan langsung mendapatkan sambutan yang sangat bagus. Kami akan semangat melakukan jemput bola pembuatan KIA sehingga capaian KIA kita bisa meningkat,” katanya.

Kepala SDIT Al Ihsan Rembang, Adi Wiratmoko, menyambut baik pelayanan jemput bola tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas Dindukcapil di sekolah membuat proses pengurusan KIA menjadi lebih mudah bagi siswa dan wali murid.

“Alhamdulillah dari pihak kami, sekolah dan siswa sangat antusias sekali. Wali murid yang anaknya belum memiliki juga antusias mendaftarkan. Dari 442 siswa, ada 350 siswa yang mendaftarkan untuk membuat KIA, yang lainnya sudah punya,” ujar Adi.

Selain berfungsi sebagai identitas anak, KIA juga dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan administrasi dan layanan tertentu.

Sudarsono menyebut dokumen tersebut dibutuhkan ketika anak mengikuti perjalanan umrah maupun dalam sejumlah keperluan perjalanan menggunakan pesawat. KIA juga dapat memberikan manfaat tambahan melalui program kerja sama dengan sejumlah tempat wisata.

“Terutama dibutuhkan ketika anak ikut umrah itu juga harus memiliki KIA. Kemudian naik pesawat juga harus menggunakan KIA. Baru-baru ini sekolah sepak bola juga menggunakan KIA. Ini bagus dan bisa dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan anak,” jelasnya.

Di sisi lain, pelayanan KIA di tingkat kecamatan masih menghadapi kendala sarana. Belum seluruh kecamatan memiliki perangkat pencetak KIA sehingga sebagian pelayanan masih memanfaatkan peralatan pencetakan KTP elektronik.

Dindukcapil Rembang juga berupaya memberikan alternatif pelayanan bagi masyarakat melalui mekanisme pengiriman dokumen secara daring sesuai prosedur yang berlaku.

Orang tua dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan melalui petugas, termasuk terkait pengiriman dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran melalui WhatsApp.

Pemkab Rembang berharap kemudahan pelayanan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya KIA. Layanan jemput bola ke sekolah juga akan terus dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *