September 29, 2026

Gibran Temui Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Wali Murid Minta Program Diperbaiki

0
image

Gibran Temui Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Wali Murid Minta Program Diperbaiki (JatengNOW/Dok)

BATANG, JATENGNOW.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau penanganan dugaan keracunan setelah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Ahmad Luthfi mendatangi tiga lokasi, yakni RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, serta SD Negeri Pasusukan Bawang. Keduanya juga berdialog dengan pasien, siswa, serta wali murid untuk mendengar langsung kondisi dan aspirasi mereka.

Di Puskesmas Bawang, terdapat delapan pasien yang masih menjalani perawatan. Mereka terdiri atas empat orang dewasa dan empat pelajar. Salah satu pasien diketahui baru datang untuk mendapatkan penanganan pada Senin pagi.

Gibran dan Ahmad Luthfi tiba di Puskesmas Bawang sekitar pukul 10.00 WIB setelah sebelumnya meninjau korban di RSUD Limpung. Didampingi Bupati Batang M Faiz Kurniawan, keduanya kemudian menemui pasien yang menjalani perawatan di sejumlah ruang.

Kunjungan tersebut dilakukan ketika penanganan kasus masih berlangsung. Pemerintah Jawa Tengah menyebut jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala dugaan keracunan telah mencapai lebih dari 700 orang berdasarkan data per 28 September 2026. Sebanyak 34 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.

Wali Murid Tak Minta MBG Dihentikan

Setelah meninjau Puskesmas Bawang, Gibran dan Ahmad Luthfi melanjutkan kunjungan ke SD Negeri Pasusukan. Di sekolah tersebut, mereka berdialog dengan para wali murid yang anaknya terdampak.

Dalam pertemuan itu, para wali murid tidak meminta program MBG dihentikan. Mereka justru berharap program tersebut tetap berjalan dengan perbaikan tata kelola dan pengawasan.

Salah seorang wali murid, Nuriah, menyampaikan harapan agar kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, perbaikan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Anaknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit. Meski kini telah membaik dan kembali bersekolah, pengalaman tersebut masih menyisakan kekhawatiran bagi keluarga.

Nuriah berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh sehingga keamanan makanan yang diterima anak-anak semakin terjamin.

Hal serupa disampaikan siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan, Faiz Fatih Ardani. Setelah menjalani perawatan, Faiz mengaku kondisinya kini semakin membaik.

“Semoga itu program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” kata Faiz.

Sementara siswa lainnya, As’ad Arif Nurul Munji, juga berharap program tersebut tetap berjalan dengan pengelolaan yang lebih baik.

“Tetap dilanjutkan, diperbaiki,” ujarnya.

Pemerintah sendiri telah menyatakan bahwa investigasi terhadap dugaan keracunan tersebut masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.

26 Siswa SD Pasusukan Terdampak

Kepala SD Negeri Pasusukan, Maryana, mengatakan sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Selain siswa, terdapat tujuh orang lainnya yang terdampak, termasuk kepala sekolah.

Menurut Maryana, gejala tidak muncul secara bersamaan. Makanan MBG tiba sekitar pukul 08.30 WIB dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 09.00 WIB saat jam istirahat.

Namun, keluhan baru muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Waktu munculnya gejala juga berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya.

“Kalau untuk anak-anak beragam dari mulai malam. Ada juga yang esok harinya. Enggak sama,” ujarnya.

Maryana menyebut seluruh 26 siswa yang terdampak kini sudah kembali ke rumah. Sementara seorang guru masih menjalani perawatan di RSUD Limpung.

Keluhan yang paling banyak dirasakan meliputi mual dan diare.

597 Orang Ditangani di Puskesmas Bawang

Kepala Puskesmas Bawang, Ida Suryani, mengatakan penanganan pasien telah dilakukan sejak Rabu (23/9/2026), ketika warga mulai berdatangan dengan berbagai keluhan.

Total terdapat 597 orang yang mendapat penanganan melalui Puskesmas Bawang. Rinciannya, 32 orang mendapatkan pelayanan di puskesmas, 384 orang menjalani rawat jalan, sedangkan 182 orang dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSUD Limpung, RSUD Batang, dan puskesmas rawat inap lainnya.

Rentang usia pasien yang ditangani cukup beragam, mulai dari balita hingga lansia.

“Hari ini yang masih dirawat inap di sini ada 8 orang, dan kondisinya sudah cukup membaik,” kata Ida.

Keluhan yang disampaikan pasien antara lain mual, sakit perut, muntah, diare, serta sensasi panas-dingin.

Ida mengatakan penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan sampel masih dilakukan dan hasil laboratorium membutuhkan waktu sebelum dapat diketahui.

Dia menambahkan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait keamanan, sanitasi, dan higienitas makanan dalam program MBG.

“Kita juga sudah kerja sama dengan SPPG untuk masalah kelaikan sanitasi higienisnya, puskesmas juga sering meninjau ke SPPG supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi. Koordinasi dengan SPPG berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah memastikan penanganan kesehatan korban menjadi prioritas. Wapres Gibran juga meminta investigasi dugaan keracunan segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *