September 28, 2026

Borobudur 100 Bawa Misi Sosial, Peserta Lari Wajib Donasi untuk Anak Cerebral Palsy

0
image

Borobudur 100 Bawa Misi Sosial, Peserta Lari Wajib Donasi untuk Anak Cerebral Palsy (JatengNOW/Dok)

MAGELANG, JATENGNOW.COM– Event lari Borobudur 100 tak hanya menawarkan tantangan olahraga di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang. Gelaran yang dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Desember 2026 tersebut juga membawa misi sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak penyandang cerebral palsy.

Project Director Borobudur 100 Fajar Ali Setyo Tirton mengatakan, ajang tersebut menargetkan sekitar 1.000 peserta. Para pelari nantinya dapat memilih empat kategori jarak, yakni 100 kilometer, 50 kilometer, 25 kilometer, dan 5 kilometer.

Menariknya, peserta yang mengikuti perlombaan diwajibkan memberikan donasi. Batas waktu donasi ditetapkan paling lambat pada 10 Desember 2026.

Misi sosial tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Menurutnya, kegiatan olahraga yang dibarengi kepedulian sosial dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat terlibat membantu kelompok yang membutuhkan perhatian.

“Kami terima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita yang kena cerebral palsy,” ujar Sumarno saat peluncuran Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026).

Sumarno menjelaskan, anak-anak penyandang cerebral palsy membutuhkan dukungan dalam berbagai kebutuhan. Bantuan tidak hanya berkaitan dengan perawatan medis, tetapi juga kebutuhan penunjang dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas,” jelasnya.

Menurut Sumarno, persoalan sosial yang dihadapi penyandang cerebral palsy tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dukungan masyarakat dan berbagai pihak juga diperlukan agar kebutuhan mereka dapat dipenuhi secara lebih luas.

Karena itu, ia berharap Borobudur 100 dapat menjadi lebih dari sekadar perlombaan lari. Ajang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mendorong kepedulian terhadap sesama.

“Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat, untuk peduli sesama,” ujarnya.

Sumarno juga berharap penyelenggaraan Borobudur 100 dapat menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan sosial, terutama dalam membantu kelompok yang membutuhkan dukungan.

“Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung,” tandasnya.

Dengan konsep tersebut, Borobudur 100 memadukan aktivitas olahraga dengan aksi sosial. Para peserta tidak hanya ditantang menyelesaikan lintasan di kawasan Borobudur, tetapi juga diajak mengambil bagian dalam upaya mendukung kebutuhan anak-anak penyandang cerebral palsy. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *