Borobudur Marathon 2026 Siap Digelar, 12.500 Pelari Bakal Ramaikan Edisi Satu Dekade
Borobudur Marathon 2026 Siap Digelar, 12.500 Pelari Bakal Ramaikan Edisi Satu Dekade (JatengNOW/dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Persiapan Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 telah mencapai 99 persen. Ajang lari yang mengusung tema Decade of Legacy tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 dengan target partisipasi sebanyak 12.500 pelari.
Jumlah peserta itu terbagi dalam tiga kategori, yakni 3.300 pelari kategori 10K, 4.200 peserta Half Marathon, dan 5.000 pelari Full Marathon.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang tersebut. Namun, ia meminta panitia memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, terutama terkait mitigasi risiko cuaca ekstrem dan keselamatan peserta.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menerima audiensi pimpinan Kompas dan manajemen penyelenggara Borobudur Marathon di kantornya, Selasa (20/10/2026).
“Kegiatan ini kesiapannya hampir 99 persen. Borobudur Marathon memang menjadi ikon kita, salah satu yang terbaik. Terima kasih untuk panitia, kami akan support penuh,” kata Luthfi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Borobudur Marathon menjadi salah satu ajang lari jarak jauh berskala besar yang digelar pada penghujung tahun, setelah berbagai kegiatan serupa berlangsung sejak awal 2026.
Menurutnya, pengalaman dari penyelenggaraan event olahraga sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan Borobudur Marathon berjalan aman dan lancar.
Sumarno menekankan pentingnya mitigasi sejak awal, termasuk pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara. Kesiapan tenaga medis serta fasilitas rujukan juga harus diperhitungkan secara matang.
“Kecukupan tenaga medis juga harus disiapkan dengan baik, itu bisa dihitung dan nanti kalau perlu tempat-tempat rujukan juga tolong disiapkan,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kelancaran acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun keberhasilan penyelenggaraan, tetapi juga dari kemampuan panitia memastikan keselamatan pelari selama menempuh rute.
Selain aspek keselamatan, Sumarno memberikan perhatian pada dukungan penonton atau cheering di sepanjang rute. Ia secara khusus meminta panitia menambah titik penyemangat di sisi kanan dan kiri kawasan Tanjakan Cinta.
Lokasi tersebut menjadi salah satu titik favorit yang dinantikan pelari. Kehadiran penonton dan dukungan sepanjang tanjakan diharapkan dapat menambah motivasi peserta saat menghadapi medan yang menantang.
Sumarno juga mengusulkan agar rute lomba melintasi area parkir Masjid Agung Jawa Tengah di Magelang. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan lanskap baru yang potensial diperkenalkan kepada peserta dan masyarakat luas.
“Kalau bisa lewat halaman parkir akan banyak yang tahu di situ ada Masjid Agung Jawa Tengah, dan lebih dikenal masyarakat banyak,” ujarnya.
Direktur Bisnis Kompas yang mewakili panitia, Lukminto Wibowo, memastikan persiapan teknis maupun nonteknis terus dimatangkan. Cuaca menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian menjelang pelaksanaan lomba.
“Semua sudah siap, tinggal kita jalan. Masalah cuaca ini memang jadi perhatian. Mudah-mudahan semua nanti berjalan lancar,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga menyiapkan apresiasi khusus untuk memperingati satu dekade Borobudur Marathon. Pelari yang telah mengikuti ajang tersebut sebanyak lima kali berkesempatan memperoleh medali dedicated saat mencapai garis finis.
Penentuan penerima apresiasi dilakukan berdasarkan catatan digital dan rekam jejak keikutsertaan peserta dalam Borobudur Marathon, baik pada kategori 10K, Half Marathon, maupun Full Marathon.
Dengan persiapan yang diklaim telah mencapai 99 persen, Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 diharapkan berlangsung lancar dan aman. Dukungan pemerintah, kesiapan tenaga medis, mitigasi cuaca, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk menyukseskan perhelatan yang memasuki tahun kesepuluh tersebut. (jn02)
