Buka Seminar Internasional, Bupati Harno Soroti Pentingnya Tata Kelola Lokal
Buka Seminar Internasional, Bupati Harno Soroti Pentingnya Tata Kelola Lokal (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Bupati Rembang, Harno, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola lokal sebagai fondasi utama dalam membangun komunitas yang tangguh dan partisipatif.
Hal itu disampaikan saat membuka seminar internasional yang digelar oleh Universitas Diponegoro bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo di Aula Lantai 4 Setda Rembang, Kamis (23/4/2026).
Menurut Harno, kekuatan pembangunan tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola di tingkat daerah.
“Kita menyadari bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kapasitas dan kualitas tata kelola di tingkat lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tata kelola lokal yang baik akan melahirkan komunitas yang mampu beradaptasi terhadap perubahan, menghadapi krisis, serta terlibat aktif dalam pembangunan.
Dalam konteks tersebut, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan.
“Partisipasi masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harno mengaitkan penguatan tata kelola lokal dengan visi pembangunan Kabupaten Rembang 2025–2029, yakni “Mewujudkan Rembang Sejahtera”. Ia menilai visi tersebut hanya dapat tercapai melalui pelayanan publik yang transparan, pembangunan ekonomi yang inklusif, serta penguatan sumber daya manusia.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pendekatan pembangunan partisipatif melalui penguatan kelembagaan masyarakat dan pembukaan ruang dialog antara pemerintah dan warga. Upaya ini turut didukung dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan transformasi digital, Harno menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. Ia berharap forum seminar internasional ini dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam memperkuat tata kelola lokal di kawasan Asia.
“Kami percaya bahwa masa depan pembangunan dimulai dari lokal. Ketika desa dan komunitas kuat, maka daerah akan kuat, dan pada akhirnya bangsa pun akan semakin kokoh,” pungkasnya. (jn02)
