Bulog Solo Gerak Cepat Serap Gabah dan Beras di Awal Tahun 2026, Dukung Swasembada Pangan Solo Raya
Bulog Solo Gerak Cepat Serap Gabah dan Beras di Awal Tahun 2026, Dukung Swasembada Pangan Solo Raya (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Solo menunjukkan langkah cepat dalam melakukan serapan gabah dan beras di awal tahun 2026. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat atas penugasan yang diberikan kepada Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Solo Raya, sekaligus mendukung program Swasembada Pangan pemerintah.
Tahun 2026, Bulog Solo mendapatkan target serapan sebesar 93.750 ton setara beras, yang mencakup wilayah Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen. Harga pembelian gabah kering panen yang memenuhi syarat tetap mengikuti ketentuan pemerintah, yaitu Rp 6.500 per kilogram, sedangkan beras yang diterima di gudang Bulog dipatok Rp 12.000 per kilogram.
Pemimpin Kantor Cabang Bulog Solo, Nanang Harianto, menjelaskan bahwa penyerapan gabah dan beras telah dilakukan sejak pertengahan Januari 2026.
“Sudah terdapat beberapa spot panen di Solo Raya, dan panen musim pertama diperkirakan akan berlangsung secara masif mulai awal Februari hingga Maret. Hingga tanggal 24 Januari 2026, total serapan kami mencapai 1.622 ton setara beras,” ungkap Nanang.
Bulog melakukan penyerapan gabah dan beras melalui berbagai skema, yaitu pembelian langsung dari petani melalui Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kerja sama dengan mitra pangan pengadaan, serta Tim Jemput Pangan Bulog yang turun ke lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa.
Menurut Nanang, kerja sama dengan Bulog memberikan sejumlah keuntungan bagi petani. “Petani mendapatkan kepastian pembayaran, pelayanan penerimaan barang di gudang setiap hari, serta pengeringan gabah menggunakan fasilitas dryer milik Bulog atau sarana sewa. Jika kapasitas gudang Bulog penuh, kami siap menyewa gudang swasta untuk menampung gabah dan beras,” jelasnya.
Langkah cepat Bulog Solo ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan dan swasembada beras nasional. Nanang menambahkan bahwa petani di wilayah Solo Raya tidak perlu khawatir terkait penyerapan hasil panen mereka karena Bulog akan terus hadir sebagai penjamin stabilitas pangan di daerah.
“Ini menjadi bukti komitmen Bulog dalam mendukung petani dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Penyerapan awal tahun ini juga menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi fluktuasi harga dan menjaga ketersediaan beras menjelang musim panen puncak,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Bulog Solo tidak hanya memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat, tetapi juga turut menjaga stabilitas harga gabah dan beras di pasar lokal, sehingga mendukung ekonomi petani dan ketahanan pangan wilayah Solo Raya secara berkelanjutan. (jn02)
