Cagub Jateng Ahmad Luthfi Targetkan Petani Milenial dengan Kartu Zilenial dan 1.000 Desa Wisata

0
WhatsApp-Image-2024-11-10-at-20.58.03_ce4b4c88

Cagub Jateng Ahmad Luthfi Targetkan Petani Milenial dengan Kartu Zilenial dan 1.000 Desa Wisata (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan program inovatif untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian melalui program Kartu Zilenial dan pengembangan 1.000 Desa Wisata. Gagasan ini diutarakan dalam debat Pilkada Jawa Tengah 2024, Minggu malam, 10 November 2024, di MAC Ballroom, Semarang.

Luthfi menjelaskan bahwa mendorong partisipasi generasi muda di sektor pertanian membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup dan minat mereka. “Rata-rata anak muda saat ini enggan mengikuti jejak orang tua di bidang pertanian. Mereka mencari cara yang lebih modern dan instan,” ujar Luthfi.

Program Kartu Zilenial dirancang untuk memberikan akses kepada petani milenial dalam bentuk kursus keterampilan, bantuan finansial, dan teknologi pertanian modern. Kartu ini juga akan mendukung penerapan digitalisasi dengan akses internet gratis di pusat-pusat kecamatan melalui rumah kreatif, tempat anak-anak muda bisa mengembangkan produk unggulan dari desa mereka masing-masing.

“Kami ingin setiap desa di Jawa Tengah memiliki satu produk unggulan yang dihasilkan oleh para petani milenial,” ungkap Luthfi. Selain meningkatkan perekonomian, program ini juga diharapkan mampu menciptakan ikatan yang lebih erat antara generasi muda dan sektor pertanian.

Sebagai upaya pemberdayaan desa, Luthfi menggagas program 1.000 Desa Wisata untuk mengoptimalkan potensi agrikultur dan pariwisata yang dimiliki Jawa Tengah, seperti di Desa Sikunir, yang dikenal sebagai desa tertinggi di dunia. Potensi wisata alam yang besar ini diyakini akan meningkatkan pemasukan bagi desa serta membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi.

“Infrastruktur jalan dan fasilitas wisata di desa-desa potensial akan kami tingkatkan agar menjadi daya tarik wisatawan dan sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan pariwisata,” tambahnya.

Menanggapi program ini, pesaingnya, Andika Perkasa, menyatakan bahwa ia juga memiliki rencana untuk memberikan insentif bagi kaum muda di bidang pertanian, terutama melalui dukungan finansial dan penggunaan teknologi modern.

Luthfi mengapresiasi usulan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan program pusat, seperti rencana “Petani Gajian” yang sedang dirancang untuk memberikan perlindungan penghasilan bagi petani, termasuk petani muda. “Dengan program Petani Gajian, kita bisa memberikan kepastian finansial bagi generasi muda yang ingin menjadi petani,” ujar Luthfi.

Selain itu, Luthfi menekankan pentingnya urban farming sebagai solusi bagi generasi milenial yang tinggal di perkotaan. Teknologi hidroponik, misalnya, dinilai cocok untuk lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun tetap memungkinkan budidaya tanaman secara efisien.

“Dengan teknologi hidroponik dan urban farming, kita bisa memperluas peran milenial di bidang pertanian, meskipun di tengah keterbatasan lahan perkotaan,” jelasnya.

Gagasan Luthfi mengenai Kartu Zilenial, 1.000 Desa Wisata, dan urban farming diharapkan dapat memberikan angin segar bagi partisipasi generasi milenial di bidang pertanian dan pariwisata, sehingga Jawa Tengah bisa terus berkembang sebagai lumbung pangan sekaligus destinasi wisata berbasis alam. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *