David Nascimento Bangga dengan Performa Timnas Indonesia U17 Meski Ditahan Imbang Malaysia
SOLO, JATENGNOW.COM – Pelatih Kepala Timnas Indonesia U17, David Nascimento, mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya meski harus puas bermain imbang 1-1 melawan Malaysia U17 dalam laga perdana Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (4/7/2026).
Menurut David, hasil tersebut tetap layak diapresiasi mengingat Indonesia baru membangun skuad selama satu bulan, sementara Malaysia datang dengan tim yang lebih matang dan berpengalaman.
“Evaluasi hari ini sangat bagus. Kita bermain melawan tim yang jauh lebih matang dan berpengalaman. Malaysia beberapa bulan lalu bermain di final melawan Vietnam, sementara kami baru memulai satu bulan lalu dengan kelompok ini. Jadi kami harus sangat bangga dengan anak-anak ini,” ujar David usai pertandingan.
Terkait gol penyeimbang Malaysia di menit akhir, pelatih asal Portugal itu menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi para pemain muda.
“Itu bagian dari permainan. Anak-anak ini masih harus belajar. Di momen seperti itu, kami harus bisa mematikan permainan. Tapi secara keseluruhan saya rasa mereka tampil sangat baik,” katanya.
David menilai anak asuhnya berhasil menjalankan rencana permainan dengan baik, terutama dalam menerapkan tekanan tinggi sepanjang pertandingan.
“Kalau melihat bagaimana kami menekan Malaysia secara konsisten dari awal sampai akhir, saya rasa itu berjalan sangat baik. Malaysia banyak memainkan bola panjang, sementara kami mencoba menguasai bola dan bermain sepak bola. Anak-anak mampu menjalankan apa yang sudah kami rencanakan,” jelasnya.
Meski mendominasi dan menciptakan lebih banyak peluang, David mengakui timnya masih perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
“Kami punya peluang yang jauh lebih baik dan harusnya bisa memanfaatkannya lebih maksimal. Di level atas, peluang itu tidak datang banyak. Jadi kami harus belajar menghargai setiap peluang yang ada,” tegasnya.
Untuk laga kedua melawan Malaysia pada Selasa (7/7/2026), David memastikan Indonesia tetap akan mempertahankan filosofi bermain menyerang dan pressing tinggi.
“Rencana kami tetap sama. Gaya bermain kami tidak akan berubah. Kami akan terus menekan lawan seperti hari ini karena itu identitas permainan kami. Kami tidak ingin memberi lawan waktu untuk membangun serangan,” ucapnya.
Soal kondisi fisik pemain yang beberapa kali terlihat mengalami kram, David menilai itu wajar mengingat intensitas permainan Indonesia lebih tinggi dibanding lawan.
“Saya tidak setuju kalau fisik kami bermasalah. Cara bermain kami jauh lebih menguras tenaga karena kami terus menekan. Malaysia lebih banyak bertahan dan menunggu. Jadi kalau kami mengalami lebih banyak kram, itu bagian dari konsekuensi gaya bermain kami,” pungkasnya.
Hasil imbang 1-1 di laga pertama membuat duel kedua nanti diprediksi kembali berlangsung sengit, sekaligus menjadi ajang evaluasi penting bagi kedua tim menjelang Kualifikasi Piala Asia U17 2026. (jn02)
