Dinkes Jateng: Imunisasi Lengkap Jadi Investasi Kesehatan Menuju Generasi Emas 2045

0
image

Ilustrasi | Suntik (JatengNOW/InstockPhoto)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa imunisasi dasar lengkap merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia 2045. Selain melindungi anak dari berbagai penyakit menular, imunisasi juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak agar sehat, cerdas, dan produktif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, saat membuka Webinar Jumat Pinter (Jupiter) bertema “Bangun Ketahanan Anak Sejak Dini, Imunisasi Lengkap Jadi Investasi Kesehatan Generasi Emas” yang digelar secara daring dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Jumat (24/7/2026).

Menurut Zulfachmi, perlindungan terhadap anak tidak hanya dilakukan melalui pencegahan kekerasan dan diskriminasi, tetapi juga dengan memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap sejak dini.

“Mewujudkan Generasi Emas tahun 2045 harus dimulai sejak bayi. Hal itu dilakukan melalui pemenuhan gizi, pengasuhan yang baik, lingkungan sehat, serta imunisasi yang lengkap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti paling efektif, aman, dan efisien dalam mencegah berbagai penyakit menular. Karena itu, imunisasi harus dipandang sebagai investasi bagi masa depan bangsa.

Meski demikian, Dinkes Jateng masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi, terutama terkait pemahaman sebagian masyarakat. Edukasi kepada orang tua, khususnya generasi muda atau Gen Z, terus diperkuat agar memiliki kesadaran yang sama mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.

“Nah, ini tantangan untuk kita bagaimana menyosialisasikan kepada ibu-ibu Gen Z agar mempunyai pemahaman yang sama dengan generasi sebelumnya,” kata Zulfachmi.

Ia menambahkan, imunisasi mampu melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya seperti campak, rubella, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, meningitis, hingga penyakit menular lainnya. Selain itu, setiap anak memiliki hak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal sebagai bagian dari hak atas pelayanan kesehatan.

Zulfachmi menegaskan keberhasilan program imunisasi sangat bergantung pada peran keluarga, khususnya orang tua, dalam memastikan anak memperoleh imunisasi secara lengkap dan tepat waktu.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, aktif, dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Dr Adhyatma MPH Tugurejo Semarang, dr. Setya Dipayana, menjelaskan bahwa imunisasi dasar lengkap merupakan program wajib bagi bayi sejak lahir hingga usia 12 bulan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berpotensi menyebabkan kecacatan maupun kematian.

Ia memaparkan, rangkaian imunisasi dimulai dengan vaksin hepatitis B yang diberikan sebelum bayi berusia 24 jam, dilanjutkan vaksin BCG pada usia 0–1 bulan untuk mencegah tuberkulosis berat.

Selanjutnya, bayi memperoleh vaksin DPT-HB-Hib pada usia 2, 3, dan 4 bulan guna melindungi dari difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta infeksi Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Imunisasi polio juga diberikan melalui vaksin oral (OPV) maupun suntik (IPV).

Pada usia 9 bulan, bayi menerima vaksin campak-rubella (MR) untuk mencegah campak, rubella, dan berbagai komplikasi serius yang dapat ditimbulkannya.

Selain imunisasi dasar, Kementerian Kesehatan juga memperluas layanan dengan pemberian vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah pneumonia dan meningitis, vaksin Rotavirus guna mencegah diare berat, vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan usia sekolah dasar untuk mencegah kanker serviks, serta vaksin Japanese Encephalitis (JE) di wilayah endemis.

Setya menambahkan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada kesadaran orang tua, tetapi juga dukungan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, FKTP memiliki peran penting dalam memberikan imunisasi sesuai jadwal, melakukan edukasi kepada masyarakat, memantau cakupan imunisasi, menelusuri anak yang belum mendapatkan imunisasi, serta memastikan seluruh bayi memperoleh layanan imunisasi yang aman, berkualitas, dan merata. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *