Gus Yasin Lepas 3.761 Mahasiswa KKN Unsoed, Dorong Penguatan UMKM hingga Pengelolaan Sampah Desa

0
image

Gus Yasin Lepas 3.761 Mahasiswa KKN Unsoed, Dorong Penguatan UMKM hingga Pengelolaan Sampah Desa (JatengNOW/Dok)

BANYUMAS, JATENGNOW.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas sebanyak 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah daerah, Selasa (7/7/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Kampus Unsoed, Kabupaten Banyumas. Ribuan mahasiswa akan menjalankan pengabdian kepada masyarakat mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa memaparkan program kerja yang akan diterapkan di desa tujuan. Salah satunya Daffa Nurwahid yang bersama kelompoknya akan melaksanakan KKN di Kabupaten Purbalingga.

Ia menjelaskan, timnya menyiapkan program pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu inovasi yang diusung ialah teknologi pembakaran sampah minim asap serta pemanfaatan sabut kelapa sebagai pengganti pot plastik.

“Kami ingin membuat arang dari sekam padi dan pembakar sampah yang minim asap,” ujar Daffa.

Mahasiswa lainnya, Bella, mengaku kelompoknya akan fokus pada upaya pencegahan stunting sekaligus mendampingi pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya.

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin memberikan apresiasi atas kreativitas para mahasiswa. Ia bahkan langsung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk mendukung program-program yang dijalankan mahasiswa selama KKN.

“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin yang disambut tepuk tangan para peserta.

Selain itu, Gus Yasin meminta mahasiswa ikut menyukseskan program Kecamatan Berdaya, khususnya dalam pencegahan perundungan (bullying) serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap pelaku UMKM, terutama dalam peningkatan kualitas kemasan produk, pemasaran digital, hingga penguatan daya saing.

“Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan packaging, segera koordinasi dengan kami supaya ada pendampingan yang maksimal,” ujarnya.

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridwan Kamaluddin, mengatakan KKN tahun ini dibagi menjadi dua skema, yakni KKN Nasional dan KKN Internasional.

Untuk KKN Nasional, mahasiswa akan diterjunkan ke sembilan kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, serta Belitung Timur. Program difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi, ketahanan bencana, dan pembangunan desa.

Sementara melalui KKN Internasional, mahasiswa Unsoed akan melaksanakan pengabdian di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong.

“Mereka diharapkan menjadi duta akademik sekaligus duta budaya Indonesia di tingkat internasional,” jelas Ridwan.

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menegaskan seluruh mahasiswa telah dibekali kompetensi, literasi, dan karakter yang kuat sebelum diterjunkan ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi desa.

“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana, namun berdampak nyata bagi warga,” ujarnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *