Para Bulu Tangkis Indonesia Bidik 10 Medali di Asian Para Games 2026, Subhan Incar Emas
Atlet tunggal putra WH2 Para Bulu Tangkis Indonesia Wiwin Andri (kiri) dan Supriadi mengikuti latihan resmi Asian Para Games 2026 di Municipial Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, Jepang, Rabu (14/10/2026). Para Bulu Tangkis diikuti 15 atlet yang akan bertanding dalam 6 kategori dan 12 nomor pada 16 hingga 23 Oktober mendatang. NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
NAGOYA, JATENGNOW.COM – Tim para bulu tangkis Indonesia menargetkan raihan 10 medali dalam Asian Para Games 2026 di Jepang. Target tersebut terdiri atas dua medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Sebanyak 15 atlet andalan Merah Putih mulai beradaptasi dengan arena pertandingan melalui sesi latihan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (14/10/2026). Meski disambut hujan deras di Nagoya, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk mempersiapkan diri.
Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan seluruh atlet tiba dalam kondisi sehat. Kesempatan latihan yang tersedia sejak hari pertama juga telah dimanfaatkan untuk mengenali lapangan pertandingan.
“Alhamdulillah kita sudah sampai dan kondisi atlet sehat semua. Dua kali kesempatan latihan sudah kita manfaatkan sejak hari pertama,” ujar Jarot di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (14/10/2026).
Menurut Jarot, perjalanan udara dari Kota Solo menuju Nagoya serta proses pengurusan akomodasi tidak mengganggu kondisi fisik para atlet. Mereka tetap bersemangat menjalani latihan setelah tiba di Jepang.
“Dengan perjalanan yang ada, mereka sehat, semuanya oke. Tadi dengan semangatnya kita berangkat untuk latihan, dan kebetulan lapangannya juga enak,” ungkap dia.
Satu-satunya kendala yang dirasakan tim saat ini adalah jarak penginapan menuju arena pertandingan yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Meski demikian, tim memastikan kebutuhan makanan dan kondisi atlet tetap terjaga.
“Hanya jarak hotel ke venue saja yang di sini agak jauh, memakan waktu perjalanan 45 menit, tetapi aman semua. Makanan dan lain-lain kami jaga sedemikian rupa,” beber dia.
Jarot menegaskan, Indonesia membidik hasil positif dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut. Pada Asian Para Games sebelumnya di Hangzhou, China, kontingen para bulu tangkis Indonesia berhasil membawa pulang 12 medali.
“Target kami ada 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu,” tegasnya.
Untuk memenuhi target tersebut, Indonesia mengandalkan sejumlah nomor unggulan, terutama ganda campuran dan ganda putri.
“Peluang kami masih di nomor utama kami, yaitu di mixed double, kemudian juga di ganda putri,” papar Jarot.
Selain kedua nomor tersebut, Indonesia juga menaruh harapan pada nomor ganda putra dengan klasifikasi SL3-SL5 yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Para Games. Kategori ini menjadi perhatian setelah tim Indonesia meraih medali emas dalam empat kali uji coba.
“Kelas baru ini kebetulan dari empat kali try out, kita mendapatkan medali emas. Jadi harapan kami masih bisa bertahan sampai di sini,” beber dia.
Jarot menilai persaingan di Asian Para Games 2026 berlangsung cukup merata. Menurutnya, belum terlihat satu negara yang mendominasi seluruh nomor pertandingan.
“Kurang lebih sama. Ada 6 kategori di sini, putra-putri, berarti 12 nomor tunggal. Itu pun persaingannya merata. Tidak ada dominasi satu negara untuk seluruh nomor,” ungkapnya.
Meski persaingan terbuka, India dan Malaysia tetap menjadi dua negara yang perlu diwaspadai karena memiliki kekuatan di nomor-nomor andalan Indonesia.
“Biasanya dari India dan Malaysia. Mereka kuat di nomor-nomor unggulan kami. Itu pesaing utama kami di situ,” terang Jarot.
Di antara atlet yang memperkuat Indonesia, Subhan menjadi salah satu tumpuan di cabang para bulu tangkis. Atlet dengan klasifikasi SH6 tersebut membawa modal prestasi dari Asian Para Games sebelumnya di Hangzhou, ketika berhasil meraih dua medali, yakni emas dan perunggu.
Subhan mengungkapkan persiapannya menghadapi kompetisi tahun ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Menjelang pertandingan, ia berfokus menjaga kebugaran sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Jepang.
“Persiapan ini cukup lama, 90 persen persiapannya sudah cukup,” kata Subhan.
“Persiapannya untuk menjaga badan biar tetap fresh, menstabilkan diri dengan cuaca di sini, karena cuacanya beda,” ungkapnya.
Ia juga mengaku puas setelah menjajal seluruh lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan. Menurutnya, kondisi arena cukup mendukung untuk bermain.
“Tadi kita coba semua lapangan, cukup enak. Stabil, tidak licin,” ujarnya.
Menghadapi Asian Para Games 2026, Subhan memasang target mempertahankan gelar juara yang diraihnya di China. Ia juga telah memetakan lawan yang dinilai paling berat dalam persaingan kali ini.
“Kalau buat event ini, targetnya mempertahankan juara yang dulu di Cina. Mudah-mudahan bisa mempertahankan juara itu,” ucapnya.
“Peta persaingannya nggak berubah. Yang terberat ya cuma Cina, nggak ada yang lain,” tegasnya.
Subhan memperkirakan peluang bertemu kembali dengan rival lamanya cukup besar. Ia menyadari kedua pihak kemungkinan telah melakukan evaluasi dan perubahan dalam persiapan.
“Kemungkinan terbesar bisa ketemu lagi. Kita sama saja, cuma pasti ada perubahan sedikit, entah dari kita atau lawannya, pasti ada perubahan,” katanya.
Kali ini, Subhan berangkat ke Jepang tanpa didampingi keluarga. Kendati demikian, doa dan dukungan dari orang-orang terdekat tetap menjadi penyemangatnya untuk bertanding.
“Keluarga cuma mendoakan yang terbaik untuk kita yang di sini, semua untuk berjuang,” imbuh Subhan.
Di balik ambisinya mempertahankan medali emas, Subhan menyimpan keinginan khusus untuk sang ibu. Jika kembali menjadi juara, ia ingin mempersembahkan medali tersebut sekaligus mewujudkan niat memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci.
“Buat Mama, saya mau berangkatkan Mama naik haji, sudah niatnya begitu,” tutupnya. (jn02)
