Polda Jateng Peduli Clubfoot, Polres Sukoharjo Perkuat Deteksi Dini Kaki Pengkor pada Anak
Polda Jateng Peduli Clubfoot, Polres Sukoharjo Perkuat Deteksi Dini Kaki Pengkor pada Anak (JatengNOW/Dok)
SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Polres Sukoharjo bersama sejumlah pemangku kepentingan meluncurkan Program Polda Jawa Tengah Peduli Clubfoot CTEV sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan penanganan anak dengan kelainan kaki pengkor.
Program tersebut mengusung tema “Deteksi Dini, Penanganan Tepat, Harapan Baru untuk Masa Depan Anak” dan diluncurkan di Aula R. Kusnadi, Mapolres Sukoharjo, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk memastikan anak dengan Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) mendapatkan akses penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Launching dihadiri Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Plt Wakapolres Sukoharjo Kompol Tiswanti, jajaran pejabat utama Polres Sukoharjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo H. Djumari, BPJS Kesehatan, Yayasan Mentari Clubfoot, jajaran RS PKU Muhammadiyah, para Kapolsek, Kasi Dokkes Polres Sukoharjo serta Bhabinkamtibmas.
Dalam sambutan Kapolres Sukoharjo yang dibacakan Plt Wakapolres Kompol Tiswanti, disampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami kelainan bentuk kaki.
“Bagi kami, tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat, kepedulian, serta membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujar Tiswanti.
Menurutnya, Polri ingin memastikan anak-anak dengan Clubfoot mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, belajar serta meraih cita-cita.
Namun, penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi diperlukan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, rumah sakit, BPJS Kesehatan, organisasi kemasyarakatan, yayasan hingga masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kartasura, Yayasan Mentari Clubfoot, dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini,” katanya.
Kapolres berharap peluncuran program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap anak-anak dengan Clubfoot sekaligus membangun generasi yang sehat dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
“Polri bersama seluruh elemen masyarakat membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati mengapresiasi inisiatif Polda Jateng dan Polres Sukoharjo tersebut.
Menurutnya, penanganan anak dengan Clubfoot atau CTEV membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial akan berperan dalam aspek rehabilitasi sosial, termasuk membantu keluarga yang mengalami kendala ekonomi agar anak mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi yang dibutuhkan.
“Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan BPJS Kesehatan apabila diperlukan,” jelas Yunia.
Apabila kondisi CTEV menyebabkan keterbatasan fungsi atau masuk dalam kategori penyandang disabilitas, Dinas Sosial juga dapat memberikan layanan rehabilitasi sosial serta membantu pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Yunia berharap program deteksi hingga penanganan Clubfoot tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo H. Djumari.
Melalui Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pihaknya berkomitmen menjalankan gerakan filantropi melalui Program Mentari Clubfoot.
Program tersebut ditujukan untuk membantu pelayanan penanganan kaki pengkor bagi keluarga yang membutuhkan. Dengan penanganan yang tepat, anak diharapkan dapat terhindar dari risiko gangguan fungsi jangka panjang dan memiliki kesempatan untuk tumbuh mandiri.
“Penanganan kasus kaki pengkor ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami sangat bersyukur Polri melalui Polda Jawa Tengah, dalam hal ini Polres Sukoharjo, memiliki program yang sangat baik dan mulia ini sehingga anak dengan kaki pengkor dapat terdeteksi sejak dini,” ungkap Djumari.
PD Muhammadiyah Sukoharjo melalui RS PKU Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasi penanganan lanjutan bagi anak-anak dengan kelainan CTEV.
Kader Muhammadiyah di tingkat ranting juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan instansi terkait, termasuk puskesmas, untuk melakukan penjaringan serta deteksi dini anak dengan CTEV.
Dengan penjaringan tersebut, anak yang teridentifikasi mengalami Clubfoot diharapkan dapat segera memperoleh penanganan sehingga hasil terapi dapat lebih optimal.
Program Polda Jateng Peduli Clubfoot CTEV menjadi salah satu bentuk sinergi Polri bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, rumah sakit, BPJS Kesehatan, yayasan dan masyarakat.
Melalui deteksi dini serta penanganan yang tepat dan berkelanjutan, anak-anak dengan Clubfoot diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh kesempatan yang setara, serta memiliki masa depan yang lebih baik. (jn02)
