Polisi Mediasi PSHT-Pagar Nusa Usai Bentrok di Polokarto Sukoharjo, Sejumlah Orang Diamankan

0
image

Polisi Mediasi PSHT-Pagar Nusa Usai Bentrok di Polokarto Sukoharjo, Sejumlah Orang Diamankan (JatengNOW/Dok)

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Polisi bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memediasi dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa, menyusul bentrok yang terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Mediasi digelar di Aula Mapolsek Polokarto, Senin (7/9/2026) malam. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 20 orang, termasuk Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Saputra, unsur Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta perwakilan kedua perguruan silat.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersama-sama berupaya menyelesaikan persoalan sekaligus memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Polokarto.

Meski mediasi dilakukan, Anggaito menegaskan proses penegakan hukum tetap berjalan. Sejumlah orang telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum di Polres Sukoharjo terkait peristiwa tersebut.

“Prosesnya tetap yaitu upaya kami dari Reskrim melakukan penegakan hukum, namun demikian di Reskrim juga ada restorative justice, dan yang terpenting saat ini kita ingin rehabilitasi terlebih dahulu,” kata Anggaito.

Anggaito menyebut situasi keamanan perlu dijaga bersama, terlebih terdapat potensi munculnya persoalan baru apabila pihak-pihak dari luar wilayah datang dan memicu ketegangan.

Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.

“Harapannya tidak ada setelah ini kegiatan-kegiatan yang bersifat mengganggu kondusivitas kamtibmas,” tegasnya.

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Saputra turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pimpinan dan anggota perguruan silat, menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

TNI, kata dia, siap mendukung upaya menjaga keamanan dan menciptakan situasi kondusif agar persoalan antarpihak tidak kembali berkembang menjadi konflik.

Sementara itu, Kapolsek Polokarto AKP Sri Haryanto mengatakan mediasi dilakukan untuk mencari kesepakatan bersama agar persoalan yang terjadi tidak berlanjut.

“Pada pertemuan malam ini kita melakukan musyawarah dalam rangka mediasi agar permasalahan kemarin dapat diperoleh kesepakatan,” ujar Sri Haryanto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan silat menyatakan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah dan tidak melakukan pengerahan massa.

Perwakilan PSHT, Dakun alias Jamal, mengatakan pihaknya siap menjaga keamanan bersama. Ia juga menegaskan tidak menginginkan adanya pengerahan massa secara liar dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada kepolisian.

“Pada intinya pada malam ini dan seterusnya jangan sampai ada pengerahan massa secara liar. Masalah kemarin agar tetap ditindaklanjuti dalam penegakan hukum,” katanya.

Hal serupa disampaikan perwakilan PSNU Pagar Nusa, Ridwan Nur Hidayat. Ia menyatakan pihaknya sepakat menjaga situasi kamtibmas dan meminta setiap persoalan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kita di sini melakukan kedamaian, dan dari Pagar Nusa juga sudah melakukan open donasi untuk membantu, tetapi tidak cukup di situ saja. Damai tetap damai, dan laporan tetap diterima dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zainudin menegaskan kepolisian terbuka menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

Menurutnya, setiap perkara akan ditangani berdasarkan fakta, keterangan saksi, serta barang bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kami selaku penegak hukum terbuka, silakan apabila ada yang melapor, kami akan menerima,” kata Zainudin.

Ia menambahkan, proses hukum terhadap pihak yang telah diamankan tetap berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, penyelesaian melalui mekanisme restorative justice dapat ditempuh apabila perkara memenuhi persyaratan yang berlaku.

Sebagai hasil mediasi, kedua pihak kemudian menyepakati komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan kondusivitas wilayah.

Surat kesepakatan bersama dibacakan dan dilanjutkan dengan penyerahan surat kesepakatan damai.

Polisi berharap komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada tingkat pimpinan perguruan silat. Kesepakatan menjaga perdamaian diharapkan diteruskan kepada seluruh anggota hingga tingkat bawah.

Hal itu penting untuk mencegah provokasi, pengerahan massa maupun aksi balas dendam yang berpotensi memunculkan konflik baru.

Dengan kesepakatan tersebut, TNI, Polri, dan pemerintah daerah berharap situasi di wilayah Polokarto kembali kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *