Ratusan Pelajar Jepara Ikuti Seleksi Duta Anti Narkoba 2026, Siap Jadi Garda Depan Pencegahan

0
WhatsApp Image 2026-05-05 at 13.18.54

Ratusan Pelajar Jepara Ikuti Seleksi Duta Anti Narkoba 2026, Siap Jadi Garda Depan Pencegahan (JatengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Sebanyak 224 pelajar mengikuti Seleksi Duta Anti Narkoba Kabupaten Jepara 2026 yang digelar di Pendopo Kartini, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks dan dekat dengan kehidupan remaja.

Para peserta menjalani proses seleksi berdasarkan kapasitas, pengetahuan, serta kriteria sebagai calon duta anti narkoba. Sebagian dari mereka memiliki pengalaman langsung, seperti melihat teman terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, yang mendorong kesadaran untuk ikut berperan menjaga lingkungan tetap aman.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa remaja memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan. Menurutnya, tekanan sosial, pergaulan, dan persoalan pribadi menjadi faktor yang dapat membuka peluang penyalahgunaan narkoba di kalangan muda.

Program pencegahan kini tidak hanya berbasis larangan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif seperti program “Ananda Bersinar” yang menyasar anak usia dini hingga remaja. Pada usia dini, anak-anak dibekali pola hidup sehat dan keberanian menolak hal negatif, sementara remaja didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Peserta yang terpilih nantinya akan bertugas sebagai Duta Anti Narkoba dengan peran aktif di sekolah dan komunitas, menyampaikan edukasi serta menjadi teladan gaya hidup sehat.

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan perkembangan ancaman narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Secara global terdapat 1.386 jenis NPS, dengan 175 jenis telah terdeteksi di Indonesia.

Selain itu, muncul tren penyalahgunaan zat seperti etomidate yang dicampur dalam cairan rokok elektrik (vape), serta nitrous oxide atau gas tertawa yang dikenal sebagai “whip pink”. Zat-zat tersebut berisiko menyebabkan hipoksia, kerusakan saraf, hingga kematian mendadak. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *