Respati Tekankan Kolaborasi CSR Berintegritas Agar Manfaat Maksimal untuk Masyarakat
Respati Tekankan Kolaborasi CSR Berintegritas Agar Manfaat Maksimal untuk Masyarakat (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong para Camat dan Lurah untuk lebih aktif memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penekanan utama, menurut Respati, adalah agar seluruh kegiatan CSR berjalan berintegritas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Respati menegaskan, CSR tidak sekadar formalitas atau proyek pembangunan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan warga secara langsung.
“Camat dan Lurah adalah garda terdepan dalam menguatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka bersinggungan langsung dengan warga dan mengetahui permasalahan wilayahnya. Saya harapkan sinergi ini berjalan maksimal, bersinergi dengan perusahaan agar kegiatan sosial berdampak nyata bagi warga,” ujar Respati usai rapat Fasilitasi dan Koordinasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Balai Kota Solo, Kamis (29/1/2026).
Respati juga mengingatkan perusahaan agar memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar lokasi usahanya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dana CSR, menurutnya, sebaiknya dialokasikan untuk pembangunan manusia dan infrastruktur yang bermanfaat luas.
Selain itu, Wali Kota Solo ini mewanti-wanti pejabat atau pihak berwenang agar tidak menyalahgunakan dana atau praktik CSR. Segala bentuk pungli, penahanan perizinan, atau tindakan kriminal terkait CSR akan ditindak tegas.
“CSR diawasi dan dibimbing oleh profesional. Tujuannya menciptakan hubungan harmonis antara pelaku usaha dengan masyarakat, tanpa praktik pungli. Pelatihan CSR juga mengajarkan tanggung jawab dan akuntabilitas,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar pemerintah desa dan kecamatan, Respati berencana melibatkan kepala sekolah di Surakarta dalam sinergi CSR. Langkah ini dimaksudkan agar program pendidikan di sekolah dapat berlangsung secara berkelanjutan, dengan dukungan CSR yang profesional dan akuntabel.
“Ke depan, kepala sekolah juga akan mendapatkan pelatihan khusus terkait CSR berintegritas. Hal ini untuk mengedepankan profesionalisme pejabat yang berwenang sehingga koordinasi dengan pihak swasta dapat dilakukan secara transparan,” pungkas Respati. (jn02)
