Respati Tekankan Pentingnya Pelaksanaan Ground Check PBI JK Tepat Sasaran
Respati Tekankan Pentingnya Pelaksanaan Ground Check PBI JK Tepat Sasaran (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Solo, Respati Ardi menekankan pentingnya pelaksanaan ground check Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, verifikasi yang dilakukan oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki peran penting dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut.
“Ini menjadi krusial karena para pendamping PKH ini akan menentukan mana saja masyarakat yang berhak menerima dan sudah selayaknya tidak menerima atau sudah graduasi,” kata Respati usai memberikan arahan pelaksanaan Ground Check PBI JK di Kantor Dinas Sosial Surakarta, Rabu (11/3/2026).
Respati menjelaskan, pelaksanaan ground check ini juga menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data penerima manfaat bantuan sosial di Kota Solo.
Ia meminta masyarakat untuk terbuka dalam memberikan informasi kondisi ekonomi kepada petugas agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara akurat. Menurutnya, bantuan sosial harus tepat sasaran karena berkaitan langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan.
“Saya mohon karena kita mengajak kesadaran masyarakat menginformasikan kepada kami seterang-terangnya. Apabila memang masih layak mendapatkan bantuan atau memang masuk dalam kategori mendapatkan bantuan, pasti akan kami memberikan bantuan,” ujarnya.
Respati juga mengingatkan masyarakat yang sudah memiliki pendapatan tetap atau kondisi ekonomi yang lebih baik untuk menyampaikan informasi secara jujur agar bantuan dapat dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Tetapi yang tidak kalah penting, bagi masyarakat yang sudah memiliki pendapatan tetap, sudah memiliki rumah yang layak, mohon bisa memberikan informasi seterang-terangnya agar bantuan ini bisa diberikan kepada yang berhak. Mari kita sadarkan bersama karena ini menjadi prioritas dalam mengentaskan kemiskinan secara bersama-sama,” tambahnya.
Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siap membantu proses verifikasi data tersebut. Respati juga menegaskan bahwa bantuan sosial berasal dari uang rakyat sehingga perlu diawasi bersama agar tidak salah sasaran.
“Bantuan harus tepat sasaran, karena ini menjadi prioritas pengentasan kemiskinan bagi yang berhak. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak menerima. Ini uang rakyat, uang pajak dari pemerintah, jadi jangan sampai salah sasaran. Mari kita bersama-sama mengawasi pelaksanaan Ground Check PBI JK di Surakarta,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Surakarta Samsu Tri Wahyudin menjelaskan pelaksanaan ground check PBI JK merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Perlindungan Non Kebencanaan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Nomor 396/3.3/DI.14/2/2026 tertanggal 25 Februari 2026.
Ia menyebut pemutakhiran data di Surakarta akan menyasar sebanyak 11.698 jiwa dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada masyarakat atau pasien dengan penyakit katastropik.
“Ini kita sudah ada data. Penonaktifan BPJS PBI kemarin itu sudah ada otomatis reaktivasi oleh Kemenkes, ada yang datanya masuk ke Dinas Sosial untuk mohon reaktivasi. Nah ini masih menyisakan 11.698 yang nanti akan kita cek langsung ke lapangan untuk pembuktian,” ujarnya.
Menurutnya, pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah warga tersebut masih layak menerima bantuan PBI atau perlu dialihkan menjadi peserta BPJS mandiri maupun melalui pembiayaan APBD. (jn02)
