Sambil Dorong Kursi Roda Putranya, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

0
image

Sambil Dorong Kursi Roda Putranya, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026 (JateengNOW/Dok)

MAGELANG, JATENGNOW.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut ambil bagian dalam ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Menariknya, Luthfi menyelesaikan rute 5 kilometer sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Event yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah dan terbagi dalam kategori 5K serta 10K.

Usai menyelesaikan lomba, Luthfi mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengajak masyarakat semakin mencintai rupiah sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” ujar Luthfi.

Menurutnya, Rupiah Borobudur Playon tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah edukasi, sosialisasi, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain itu, Luthfi menilai tren olahraga lari yang semakin diminati masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor sport tourism di Jawa Tengah.

“Mendukung sport tourism ini juga penting. Dampaknya UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain hidup, komunitas-komunitas yang lain hidup,” katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk mengembangkan lokasi-lokasi menarik di daerahnya sebagai destinasi sport tourism yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang secara konsisten menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga mendukung sektor ekonomi dan literasi keuangan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan Rupiah Borobudur Playon 2026 merupakan penyelenggaraan keempat dan terus dikembangkan sebagai ajang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Selain lomba lari, kegiatan juga menghadirkan berbagai program edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).

“Ini sesuai tema kita ‘Lari untuk Berbagi’. Seluruh dana pendaftaran peserta akan kami sumbangkan kepada masyarakat sekitar. Nilainya sekitar Rp600 juta yang akan disalurkan kepada 10 desa,” jelas Noor.

Ia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini juga diramaikan 53 stan UMKM yang didominasi sektor kuliner, wastra, serta sejumlah booth dari berbagai instansi seperti OJK, BNN, Kimia Farma, hingga layanan wakaf.

Salah satu peserta asal Magelang, Rizal, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon untuk ketiga kalinya. Bersama rekannya, ia mengenakan aksesori berbentuk uang koin berukuran besar bertuliskan “Hutan untuk Kesejahteraan” sebagai kampanye kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini juga untuk kampanye lingkungan. Harapannya ke depan event ini lebih ramai lagi,” ujar Rizal. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *