SIPA dan IMF Perluas Jejaring Internasional di BPAM 2026, Buka Peluang Bawa Seniman Solo ke Dunia

0
IMG-20261007-WA0022

SOLO, JATENGNOW.COM – Solo International Performing Arts (SIPA) Festival dan International Mask Festival (IMF) memanfaatkan Busan International Performing Arts Market (BPAM) 2026 untuk memperluas jejaring seni pertunjukan internasional.

BPAM 2026 berlangsung pada 1-7 Oktober 2026 di sejumlah lokasi di Kota Busan, Korea Selatan, di antaranya Universitas Dongseo, Busan Citizens Park, Haeundae Cultural Center, dan KT&G Sangsangmadang.

SIPA Festival dan IMF diwakili Direktur SIPA Festival sekaligus founder IMF, Dr. R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., bersama Divisi Luar Negeri Mimi Zulaikha.

Selama mengikuti BPAM 2026, keduanya menyaksikan berbagai pertunjukan multidisiplin, teater, musik, dan tari. Mereka juga mengikuti sejumlah agenda yang menjadi ruang bertemunya pelaku seni dari berbagai negara, seperti pitching, one on one meeting, dan talks.

Dalam agenda pitching, Irawati memperkenalkan SIPA Festival dan IMF kepada delegasi dari berbagai negara serta para seniman yang mempromosikan karya

Menurut Irawati, kesempatan tersebut menjadi bagian penting untuk memperkenalkan dua festival internasional yang digelar di Kota Solo sekaligus menarik seniman mancanegara untuk tampil di Indonesia.

“Pitching ini bertujuan menarik para seniman dunia untuk datang ke Kota Solo sekaligus tampil di SIPA Festival dan IMF. Saya juga berharap penyelenggara festival internasional di mancanegara mengenal SIPA Festival dan IMF sehingga nama dua festival internasional bergengsi Kota Solo ini makin dikenal di dunia,” ungkap Irawati.

Melalui forum tersebut, SIPA Festival dan IMF tidak hanya memperkenalkan program festival, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan penyelenggara maupun seniman dari berbagai negara.

Peluang kerja sama juga dijajaki melalui agenda one on one meeting. Dalam sesi tersebut, SIPA Festival dan IMF bertemu dengan sejumlah pelaku seni, yakni Modeun Company dan Chinchin Tango dari Korea Selatan, Insectotròpics dari Spanyol, serta Theatre Haepung dari Korea Selatan.

Dari pertemuan tersebut, SIPA Festival berencana mengundang Chinchin Tango untuk tampil dalam SIPA Festival 2028. Sementara Theatre Haepung dijajaki untuk hadir dalam International Mask Festival 2027.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi SIPA Festival dan IMF untuk membangun komunikasi langsung dengan mitra potensial sekaligus membuka kemungkinan pertukaran karya dan seniman.

Keikutsertaan di BPAM 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas peluang bagi seniman Indonesia tampil di festival internasional di luar negeri.

SIPA Festival telah mendapatkan tawaran untuk mengirim delegasi Indonesia ke Busan International Dance Festival 2027.

Selain itu, terdapat pula peluang pengiriman delegasi ke Festival Musim Semi Bulan Oktober 2027 yang akan berlangsung di Kota Busan.

Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa jejaring yang dibangun melalui forum seni internasional dapat memberikan manfaat dua arah. Tidak hanya membawa seniman mancanegara ke Solo, tetapi juga membuka jalan bagi seniman Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

Kehadiran SIPA Festival dan IMF dalam BPAM 2026 pun menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Solo sebagai salah satu kota yang aktif dalam ekosistem seni pertunjukan internasional.

Melalui jejaring yang terus diperluas, SIPA Festival dan IMF berharap semakin banyak peluang pertukaran seniman, karya, serta kolaborasi lintas negara yang dapat terwujud pada agenda seni mendatang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *