September 27, 2026

Solo Coffee Party 2026 Hadir Tiga Hari, Libatkan 100 Tenant dan Tiga Kompetisi Nasional

0
image

Solo Coffee Party 2026 Hadir Tiga Hari, Libatkan 100 Tenant dan Tiga Kompetisi Nasional (JatengNOW/Dok)

SOLO,JATENGNOW.COM– Solo Coffee Party (SCP) kembali digelar untuk kedua kalinya dengan membawa semangat merayakan budaya ngopi sekaligus perkembangan ekosistem kreatif di Kota Solo.

Mengusung tema “Celebrating The Art of Solo Living”, Solo Coffee Party 2026 akan berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026, di Gedung Graha Wisata Niaga, Solo.

Festival ini tidak hanya menghadirkan produk kopi, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur yang berkembang di sekitar industri tersebut, mulai dari kuliner, komunitas, kreativitas, seni, hingga pelaku usaha lokal.

Program Director SCP 2026, Aditya, mengatakan kehadiran Solo Coffee Party berangkat dari perkembangan industri kopi di Solo yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditandai dengan bertambahnya kedai kopi dan pelaku usaha, tetapi juga perubahan budaya ngopi yang semakin melekat dalam keseharian masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem agar para pelaku yang berada di dalamnya dapat berkembang bersama.

“Solo Coffee Party kami hadirkan sebagai salah satu upaya untuk menjembatani berbagai pihak yang selama ini sudah tumbuh dan bergerak di dalam ekosistem kopi. Harapannya, SCP bukan hanya menjadi event, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk bertemu, berkembang, bertukar gagasan, dan merayakan apa yang sudah kita bangun bersama,” ujar Aditya dalam konferensi pers Solo Coffee Party 2026.

Tema “Celebrating The Art of Solo Living” menjadi gambaran bagaimana kopi telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kopi tidak hanya hadir sebagai produk yang dikonsumsi, tetapi juga menemani berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersantai, bertemu dengan orang lain hingga sekadar mengambil jeda di tengah kesibukan.

Melalui konsep tersebut, SCP 2026 ingin menempatkan kopi sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus kebudayaan masyarakat Kota Solo.

Festival ini pun dikemas dengan berbagai program, seperti bazar, kompetisi, showcase, pertunjukan seni, kegiatan komunitas, serta edukasi.

Penyelenggaraan tahun kedua ini juga menjadi pengembangan dari edisi perdana Solo Coffee Party yang berlangsung selama satu hari dan mencatat sekitar 8.628 pengunjung.

Pada gelaran pertama, SCP melibatkan sekitar 30 tenant kopi dan UMKM. Selain itu terdapat dua kompetisi, tiga sesi talkshow, dua sesi bar takeover, public cupping, dan workshop.

Tahun ini, skala acara diperluas menjadi festival selama tiga hari dengan memanfaatkan dua lantai Gedung Graha Wisata Niaga serta area halaman depan dan samping.

Sekitar 100 tenant akan terlibat dalam SCP 2026. Festival tersebut juga menghadirkan tiga kompetisi berstandar nasional serta sejumlah tokoh dan praktisi industri kopi.

Tidak hanya pelaku kopi, berbagai komunitas dan kreator lokal dari bidang musik, fotografi, media hingga artwork juga akan dilibatkan.

Ketua Penyelenggara SCP 2026, Malkan, mengatakan festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi seluruh unsur yang berkaitan dengan perkembangan industri kopi dan ekonomi kreatif di Solo.

“Kami ingin Solo Coffee Party menjadi pestanya semua orang. Bukan hanya milik coffee enthusiast, bukan hanya milik brand kopi, tetapi menjadi ruang bersama bagi siapa pun yang menjadi bagian dari ekosistem ini. Kami berharap semakin banyak pihak yang bisa bertemu, saling mendukung, dan tumbuh bersama melalui acara ini,” kata Malkan.

Dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta, dinas terkait, komunitas, sponsor, dan berbagai mitra, Solo Coffee Party 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, profesional, komunitas, kreator, coffee enthusiast, dan masyarakat umum.

Masyarakat Solo dan sekitarnya dapat menghadiri festival tersebut pada 2-4 Oktober 2026 di Gedung Graha Wisata Niaga, Solo.

Selain menikmati berbagai sajian kopi dan kuliner, pengunjung juga dapat mengikuti rangkaian kompetisi, kegiatan komunitas, pertunjukan seni, serta berbagai program kreatif yang disiapkan selama festival. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *