Usai Dua Kali Gempa, Kapolres Sukoharjo Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana
Usai Dua Kali Gempa, Kapolres Sukoharjo Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana (JatengNOW/Dok)
SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengambil langkah cepat dengan menggelar apel kesiapsiagaan bencana usai terjadinya dua kali gempa bumi yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1/2026).
Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana penanganan bencana di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
AKBP Anggaito menjelaskan, apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menyikapi aktivitas gempa bumi yang terjadi dalam waktu berdekatan, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak lanjutan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Setelah terjadi dua kali gempa bumi yang dirasakan di sejumlah daerah, kami langsung melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana. Kami cek kesiapan personel, kekuatan, serta peralatan yang dimiliki Polres Sukoharjo untuk penanganan bencana,” ujar AKBP Anggaito.
Dalam apel tersebut, Kapolres melakukan pengecekan langsung terhadap personel lintas fungsi, mulai dari Satuan Samapta, Lalu Lintas, hingga fungsi pendukung lainnya yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan ke lapangan.
Selain personel, kesiapan peralatan penanggulangan bencana juga menjadi perhatian utama. Berbagai sarana dicek satu per satu, mulai dari kendaraan operasional, tenda darurat, gergaji mesin, alat evakuasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Peralatan kita cek satu per satu. Semuanya harus dalam kondisi siap pakai agar dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan,” tegasnya.
AKBP Anggaito juga menekankan pentingnya peran anggota Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Menurutnya, pemahaman yang tepat dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun luka.
“Yang paling penting adalah tetap tenang. Saat gempa terjadi, segera cari tempat aman, seperti di bawah meja yang kokoh atau di sudut ruangan, serta lindungi kepala dari benda yang berpotensi jatuh,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan berlari keluar bangunan saat gempa masih berlangsung karena hal tersebut justru dapat membahayakan diri sendiri. Warga diminta menunggu hingga getaran benar-benar berhenti sebelum keluar dengan tertib dan hati-hati.
“Setelah gempa berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar. Keluar dari bangunan tanpa menggunakan lift, serta menjauh dari bangunan, tiang listrik, maupun kabel yang berpotensi membahayakan,” imbuhnya.
Kapolres Sukoharjo memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa yang dirasakan di wilayah Sukoharjo. Meski demikian, pihaknya tetap menempatkan personel dalam kondisi siaga.
“Kami minta masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Ikuti informasi resmi dari BMKG serta arahan petugas di lapangan. Polres Sukoharjo siap bersinergi dengan BPBD dan instansi terkait dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (jn02)
