110 Siswa dan 13 Guru SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan MBG, Dinkes Uji Sampel Makanan

0
IMG-20260805-WA0056

JEPARA, JATENGNOW.COM – Sebanyak 123 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Jepara dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, dan diare. Dugaan sementara, gejala tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 orang merupakan siswa, sedangkan 13 lainnya adalah guru. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Person in Charge (PIC) MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan gejala mulai terdeteksi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa (4/8/2026). Saat itu, banyak siswa yang meminta izin ke toilet dalam waktu bersamaan.

“Biasanya hanya satu atau dua siswa yang izin ke belakang (toilet), tetapi kemarin jumlahnya cukup banyak. Indikasinya anak-anak mengalami diare,” ujar Dwika, Rabu (5/8/2026).

Setelah dilakukan pendataan, pihak sekolah mencatat sebanyak 123 orang mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, dan diare. Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan gejala sejak Senin malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Dwika menjelaskan, empat siswa sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit yang berada di depan sekolah karena kondisinya lebih lemah dibandingkan siswa lainnya.

“Empat siswa kami bawa ke IGD karena kondisinya lebih lemas. Syukur semuanya hanya menjalani rawat jalan. Hari ini masih ada satu siswa yang izin sakit karena kemarin sempat dirawat di IGD, tetapi kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Di SMPN 2 Jepara, sebanyak 1.127 siswa tercatat sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 5 di bawah pengelolaan Yayasan Cahaya Arjuna Bangsa.

Kepala SPPG Bandengan 5, Tholib Shidiq Hidayat, mengatakan menu yang disajikan pada Senin (3/8/2026) terdiri atas beef teriyaki, tumis labu siam, wortel bumbu kuning, tempe goreng, dan semangka.

“Setiap hari kami memasak sekitar 2.144 porsi untuk siswa SD, SMPN 2 Jepara, serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Menu pada hari Senin sama untuk seluruh penerima, yakni beef teriyaki menggunakan daging irisan tipis,” kata Tholib.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG memberikan kompensasi kepada para penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan untuk membantu biaya pengobatan.

“Kami tidak lari dari tanggung jawab. Salah satu bentuknya adalah memberikan kompensasi kepada para korban. Hari ini program MBG di SMPN 2 Jepara tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara telah mengambil sampel makanan MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

Hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar lima hari. Hingga hasil pemeriksaan diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *