Ketemu Dubes Belanda, Respati Upayakan Pengembalian Artefak Museum Radya Pustaka
Ketemu Dubes Belanda, Respati Upayakan Pengembalian Artefak Museum Radya Pustaka (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengupayakan pengembalian sejumlah artefak sejarah asal Solo yang saat ini berada di Belanda. Upaya tersebut disampaikan Respati saat menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (27/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Respati mengungkapkan adanya kesamaan visi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Belanda, khususnya dalam menjadikan sektor kebudayaan dan pariwisata sebagai fondasi pembangunan kota ke depan.
Respati menyebutkan, hubungan historis yang kuat antara Solo dan Belanda menjadi modal penting dalam membangun kemitraan strategis, termasuk kerja sama di bidang sejarah dan pengelolaan arsip.
“Kami memiliki kesamaan visi terkait sejarah Kota Solo. Hubungan dengan Belanda sangat erat. Ada mutual cooperation antara Pemerintah Kota Surakarta dan Pemerintah Belanda, salah satunya melalui short course selama delapan minggu yang fokus pada sejarah, arsip negara, dan arsip sejarah yang akan kami kerja samakan ke depan,” ujar Respati.
Menurutnya, kerja sama tersebut akan memberikan manfaat besar bagi Kota Surakarta, terutama dalam penguatan identitas budaya dan pelestarian warisan sejarah. Selain itu, Respati juga tengah mengupayakan pemulangan artefak peninggalan sejarah asal Solo yang saat ini tersimpan di Belanda.
Artefak yang diupayakan untuk dikembalikan ke Kota Bengawan antara lain manuskrip kuno, arca, gamelan, tosan aji, berbagai jenis wayang, serta benda bersejarah lainnya.
“Sudah ada surat yang kami kirimkan kepada Pemerintah Belanda untuk memohon pengembalian sejumlah koleksi dari barang-barang milik Kota Surakarta. Ini salah satu hal yang kami bahas hari ini, agar koleksi tersebut bisa kembali dan melengkapi Museum Radya Pustaka,” jelasnya.
Respati menambahkan, jika artefak tersebut berhasil dipulangkan, seluruh koleksi akan ditempatkan di Museum Radya Pustaka untuk melengkapi peninggalan sejarah Solo yang sudah ada, seperti Canthik Rajamala, senjata tradisional, serta berbagai alat budaya lainnya.
Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyambut positif upaya Pemkot Solo tersebut. Ia memastikan pihaknya akan ikut berperan dalam menjaga dan merawat sejarah serta kebudayaan Kota Solo.
Menurut Marc, hubungan panjang antara Solo dan Belanda membuka ruang dialog yang konstruktif, termasuk terkait akses dan pengelolaan artefak sejarah yang berada di Belanda.
“Saya pikir sangat penting untuk merawat Kota Solo karena sejarahnya. Hubungan Belanda dan Solo sudah terjalin selama berabad-abad. Kami berbincang tentang bagaimana sejarah itu bisa digunakan untuk kebaikan masa depan, termasuk membahas artefak di Belanda yang memiliki informasi penting tentang sejarah Solo dan bagaimana cara mengaksesnya,” ungkap Marc Gerritsen.
Ia menilai pertemuan tersebut berjalan sangat baik dan berharap kebutuhan serta harapan Pemerintah Kota Surakarta terkait pelestarian sejarah dapat terealisasi melalui kerja sama yang berkelanjutan. (jn02)
